Populasi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang terus bertumbuh di Indonesia membawa dampak langsung pada sektor pendukung otomotif, salah satunya bengkel reparasi velg. Sejumlah bengkel perbaikan kaki-kaki kini mulai mencatatkan peningkatan kunjungan dari para pemilik mobil listrik.
Diwan, pemilik bengkel spesialis reparasi velg Eurovolution, mengungkapkan bahwa mobil setrum mulai ramai berdatangan ke tempatnya sejak dua sampai tiga tahun belakangan. Sebagian besar konsumen datang membawa keluhan serupa, yaitu kerusakan fisik berupa baret hingga gompal atau 'grepes' pada pelek bawaan pabrik.
Faktor Desain dan Dimensi Pelek Mobil Listrik
Mayoritas keluhan timbul akibat karakteristik rancang bangun velg mobil listrik modern yang menggunakan finishing diamond cut. Sebagian besar pelek mobil listrik dirancang dengan permukaan yang rata tanpa bibir pelek yang menonjol. Konstruksi rata ini membuat permukaan pelek menjadi komponen pertama yang langsung bergesekan dengan benda keras saat terjadi benturan.
Profil Dirjen PPTR ATR/BPN yang Diamankan KPK dalam OTT di Lingkungan ATR/BPN

Baret pada pelek umumnya dipicu oleh senggolan dengan sepeda motor, hempasan kerikil di jalan, gesekan dengan pembatas jalan, hingga benturan ke pagar atau tembok saat bermanuver belok. Selain itu, dimensi velg mobil listrik yang relatif besar membuat jarak antara pelek dan permukaan aspal menjadi kian dekat, sehingga risiko terbentur makin tinggi.
Salah satu model yang cukup sering masuk untuk perbaikan adalah BYD Seal, khususnya varian dengan lingkar 19 inci yang mengusung pola multi-spoke sedikit melintir. Beberapa lini mobil listrik lain yang kerap ditangani antara lain BYD Sealion, Hyundai IONIQ, Chery J6, hingga Aion. Sementara itu, kasus pelek peyang atau peyang berat terbilang masih jarang ditemukan, mengingat usia pemakaian unit kendaraan yang rata-rata masih baru.
Penanganan Khusus dan Biaya Perbaikan
Pelek dengan sentuhan akhir diamond cut tidak bisa diperbaiki dengan metode konvensional seperti sekadar diamplas atau dipoles biasa. Permukaan yang rusak harus diproses menggunakan mesin bubut khusus untuk mengikis lapisan luar secara tipis guna menghilangkan cacat sekaligus membentuk kembali pola garis presisi bawaan pabrik.
Menkeu Suahasil Tegaskan Tetap Gempur Rokok Ilegal

Di Eurovolution, proses pembubutan dengan mesin diamond cut tersebut memerlukan waktu pengerjaan sekitar tiga hari sebelum pelek dilapisi pernis pelindung (clear coat).
Mengenai biaya, reparasi pelek diamond cut dipatok Rp 650.000 untuk diameter 17 inci dan Rp 700.000 untuk diameter 18 inci, sudah termasuk jasa bongkar pasang. Untuk model dengan penanganan spesifik, seperti pelek 18 inci milik BYD Sealion, tarif perbaikannya berada di angka Rp 735.000 per velg.






