Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan Selasa (15/9). Indeks berisiko melanjutkan koreksi jangka pendek menyusul pergerakan negatif pada hari sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (14/9) sore, IHSG berakhir di level 6.534 setelah turun 6,68 poin atau melemah 0,1 persen. Data RTI Infokom menunjukkan perputaran transaksi mencapai Rp17,91 triliun dengan volume perdagangan sekitar 34,9 miliar lembar saham dan frekuensi 2,11 juta kali transaksi. Dari pergerakan tersebut, sebanyak 429 saham melemah, 219 saham menguat, serta 141 saham stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih menghadapi risiko koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Menurut Herditya, pergerakan indeks dalam skenario terburuk masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga masih rawan menguji kembali area 6.290 hingga 6.370.
Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Herditya memproyeksikan rentang gerak IHSG hari ini berada pada level support 6.279 dan 6.201, sementara level resistance berada di 6.585 dan 6.633. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati meliputi MEDC, RAJA, SSMS, dan AVIA.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai indeks berisiko mempertahankan tren pelemahan usai gagal bertahan di atas garis SMA-20 pada perdagangan sebelumnya.
Siapa Saja yang Pernah Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards?

Ivan memaparkan bahwa penurunan IHSG berpotensi menguji support klaster Fibonacci di level 6.290 sekaligus garis SMA-60. Peluang pembalikan arah atau rebound dinilai terbuka apabila penutupan harian indeks berhasil bertahan di atas kedua titik support tersebut.
Berdasarkan kalkulasi Ivan, level support IHSG berada pada angka 6.370, 6.290, dan 6.179. Adapun level resistance berada di rentang 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071. Ivan merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini, antara lain ADMR, DEWA, dan ICBP.






