Kementerian Koperasi (Kemenkop) bergerak cepat mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah. Langkah akselerasi ini dijalankan melalui serangkaian tahapan terpadu, mulai dari sosialisasi teknis operasional, verifikasi fisik sarana pendukung, hingga penempatan pengelola profesional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan rencana percepatan tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu (13/9/2026). Ferry menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk mengembalikan peran strategis koperasi sebagai arus utama (mainstream) perekonomian nasional bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta.
Tiga Tahapan Akselerasi KDKMP
Guna merealisasikan target tersebut di lapangan, Kemenkop memfokuskan akselerasi pada tiga langkah strategis operasionalisasi unit usaha koperasi desa.
Bahlil Pastikan Cadangan BBM di Atas 20 Hari

Langkah pertama mencakup pelaksanaan sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP secara langsung di lapangan. Sosialisasi ini ditujukan agar tata kelola dan sistem kerja unit koperasi dapat dipahami dengan baik.
Langkah kedua, Kemenkop mempercepat proses verifikasi serta validasi fisik terhadap fasilitas bangunan pendukung usaha, khususnya bangunan gudang dan gerai koperasi, hingga tahap penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST).
Langkah ketiga, pemerintah segera menempatkan para manajer profesional yang telah direkrut. Para manajer ini ditugaskan untuk mengawal dan menjalankan operasionalisasi harian koperasi di setiap wilayah.
Suahasil Ungkap Nasib Perombakan Pejabat Era Purbaya

Komitmen Dukungan Pemerintah Daerah
Upaya percepatan operasionalisasi koperasi ini disambut baik oleh pemerintah daerah. Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyatakan kesiapan penuh jajaran pemerintah kabupaten hingga aparatur tingkat desa untuk menyukseskan operasionalisasi KDKMP di wilayah Banjarnegara.
Amalia menyampaikan harapannya agar kehadiran koperasi ini dapat menjadi wadah bersama bagi masyarakat desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi komoditas dan hasil bumi lokal di daerah masing-masing, sekaligus mendongkrak nilai jual produk-produk tersebut.






