Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan persediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan melampaui batas minimal cadangan negara. Penegasan ini disampaikan guna menepis kekhawatiran publik menyusul antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta pada Senin (14/9/2026). Menurut keterangannya, standar cadangan minimum BBM nasional berada di rentang 20 hingga 23 hari, dan posisi pasokan saat ini selalu dijaga di atas ketentuan standar tersebut.
Bahlil menerangkan bahwa antrean panjang yang terjadi di Makassar bukan disebabkan oleh keterbatasan stok nasional, melainkan adanya fenomena pergeseran (shifting) konsumen. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM bersubsidi akibat disparitas atau selisih harga yang cukup lebar antara kedua kelompok bahan bakar tersebut.
Kemenhaj, Masa Tunggu Haji Berpotensi Turun Jadi 14-15 Tahun

Indikasi Tangki Modifikasi dan Rekayasa Antrean
Selain faktor lonjakan permintaan akibat perpindahan jenis BBM, Bahlil mengungkapkan bahwa kepadatan antrean di SPBU Makassar diperparah oleh praktik kecurangan pengisian bahan bakar. Pihaknya menemukan indikasi kendaraan pribadi dan angkutan barang yang telah dimodifikasi kapasitas tangkinya untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah tidak wajar.
Beberapa kendaraan jenis mobil Pajero hingga truk disinyalir memodifikasi tangki hingga berkapasitas 700 liter hingga 1 ton guna menimbun bahan bakar subsidi. Menanggapi temuan tersebut, Bahlil meminta dukungan dan kerja sama dari aparat Kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang melakukan pelanggaran serta modifikasi kendaraan ilegal tersebut.
Mendikdasmen Minta Pembelajaran SMK Tetap Berjalan Selama PKL

Di samping tangki siluman, pemerintah juga mendeteksi indikasi antrean yang sengaja direkayasa di lapangan. Berdasarkan temuan yang dipaparkan Bahlil, terdapat sejumlah sepeda motor dan mobil yang tangki bahan bakarnya belum kosong namun tetap ikut mengantre, lalu hanya mengisi BBM dalam jumlah kecil sekitar 10, 15, hingga 20 liter.
Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus memantau dinamika distribusi di lapangan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan mencegah gangguan pasokan yang merugikan masyarakat luas.






