Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipastikan harus tetap memperoleh hak belajar akademik sekalipun sedang menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pelaksanaan PKL tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses pembelajaran bagi para murid.
Kebijakan ini diarahkan agar kompetensi dasar siswa tetap terjaga selama mereka berada di lingkungan industri, khususnya bagi murid kelas XII. Pemerintah berharap agenda pendidikan formal murid tingkat akhir tidak terputus di tengah tuntutan praktik kerja lapangan.
Pemanfaatan Model Asinkron
Sebagai solusi pelaksanaan pembelajaran di tengah rutinitas kerja, Abdul Mu'ti menggarisbawahi penerapan model pembelajaran asinkron. Pendekatan ini memungkinkan murid mengakses bahan ajar dan menuntaskan tugas secara mandiri tanpa harus terikat waktu belajar yang sama dengan guru di sekolah.
Produser Film Sang Pengadil Tak Ajukan Eksepsi, Minta Maaf Bikin Gaduh

Dalam skema asinkron tersebut, guru dapat menyediakan beragam instrumen pendukung, antara lain:
- Modul ringkas dan lembar kerja
- Video pembelajaran
- Kuis interaktif
- Tugas pemecahan masalah
- Jurnal refleksi yang dapat diisi murid sesuai ketersediaan waktu luang
Penguatan Literasi dan Numerasi
Langkah mempertahankan proses belajar selama PKL dilatarbelakangi pentingnya penguatan literasi dan numerasi. Kedua aspek ini merupakan kemampuan fundamental yang perlu terus dikembangkan dan diasah meskipun murid tengah mempraktikkan keterampilan vokasi di dunia usaha atau dunia industri.
Pihak BRIN hingga Kemenhut Diperiksa Terkait Korupsi Kawasan Hutan

Urgensi penguatan akademik dasar tersebut juga didasarkan pada hasil evaluasi capaian siswa kejuruan. Merujuk pada Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026 terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK tahun 2025, rerata capaian murid tercatat sebesar 34,84 pada mata pelajaran Matematika, 22,69 pada Bahasa Inggris, dan 53,68 pada Bahasa Indonesia.
Melalui integrasi model belajar asinkron, penguasaan keterampilan teknis di lapangan diharapkan dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kemampuan literasi serta numerasi murid SMK hingga menyelesaikan masa studi.






