Kompleks Parlemen, Jakarta — Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengumumkan alokasi anggaran penanganan bencana pada 2027 dipatok meningkat menjadi Rp1,1 triliun. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan pagu anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp494 miliar.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah membenarkan penetapan kenaikan anggaran tersebut. Kendati mengalami lonjakan nominal, politikus senior PDI Perjuangan itu menilai pagu Rp1,1 triliun sebenarnya masih jauh dari kebutuhan ideal di lapangan, terutama dalam mendukung proses pemulihan pascabencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
"Kenaikan tersebut jauh dari cukup, termasuk untuk pemulihan penanganan bencana daerah seperti di Sumatra," ujar Said.
Produser Film Sang Pengadil Tak Ajukan Eksepsi, Minta Maaf Bikin Gaduh

Said merinci bahwa alokasi pokok Rp1,1 triliun tersebut belum mencakup skema cadangan keuangan lainnya. Pemerintah dan DPR tetap menyiapkan instrumen pendanaan darurat, antara lain dana on call atau siap pakai (DSP) senilai Rp5 triliun yang dapat langsung dicairkan saat kondisi tanggap darurat.
Selain DSP, penanganan risiko bencana turut ditopang skema pooling insurance atau asuransi bencana dengan estimasi nilai hingga Rp14 triliun. Pemerintah juga menyediakan pos dana rehabilitasi hingga Rp10 triliun, salah satunya dialokasikan bagi wilayah Sumatra yang terdampak bencana hidrometeorologi sporadis pada November 2025.
Penguatan alokasi anggaran bencana ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden menginstruksikan jajaran kabinet untuk melipatgandakan dukungan fiskal pada sektor mitigasi dan penanggulangan bencana untuk tahun anggaran 2027.
Pihak BRIN hingga Kemenhut Diperiksa Terkait Korupsi Kawasan Hutan

Prabowo menegaskan bahwa rangkaian bencana alam di tanah air tak lepas dari posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik (Ring of Fire). Kerentanan geografis tersebut dinilai menuntut kesiapan mitigasi struktural dan anggaran yang lebih solid.
"Bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," tegas Prabowo dalam arahannya.






