Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan pokok nasional berada dalam kondisi aman di tengah ancaman fenomena iklim El Nino. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa cadangan beras di Indonesia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Keyakinan tersebut didasarkan pada kalkulasi total ketersediaan beras nasional yang mencapai 26 juta ton. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari cadangan beras di Perum Bulog, stok di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka), simpanan rumah tangga di seluruh Indonesia, serta tanaman padi yang masih berdiri di lahan (standing crop).
Perhitungan Cadangan dan Siklus Panen
Amran merinci bahwa potensi panen dari standing crop saat ini tercatat sekitar 3,8 juta ton atau mendekati 4 juta ton. Ketika disandingkan dengan rata-rata kebutuhan konsumsi beras nasional yang berkisar 2,6 juta ton per bulan, total akumulasi pasokan 26 juta ton dinilai memadai untuk menopang kebutuhan pangan berbulan-bulan ke depan secara hitungan matematis.
Bahlil Pastikan Cadangan BBM di Atas 20 Hari

Ketahanan pasokan tersebut juga ditopang oleh proyeksi siklus panen. Periode panen puncak diperkirakan berlangsung pada Maret, sehingga pasokan gabah dan beras baru dapat segera masuk ke pasar sebelum cadangan yang ada menipis.
Penanganan Dampak Kekeringan di Lapangan
Mengenai dampak cuaca ekstrem, laporan yang dihimpun menunjukkan kekeringan sejauh ini telah melanda sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian. Kendati demikian, Kementerian Pertanian menilai luasan tersebut belum mengganggu stabilitas produksi beras secara nasional.
Untuk mengamankan produksi pangan selama musim kemarau, pemerintah memfokuskan penanaman pada lahan-lahan yang telah memiliki jaringan irigasi optimal. Luas lahan pertanian dengan jaringan irigasi yang sudah diperbaiki tercatat mencapai 3 hingga 4 juta hektare.
Kemenhaj, Masa Tunggu Haji Berpotensi Turun Jadi 14-15 Tahun

Langkah mitigasi juga diperkuat melalui penyediaan benih varietas tahan kekeringan, penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS), serta percepatan program pompanisasi di daerah yang memiliki sumber air baku.
Pemerintah turut menyalurkan bantuan gratis bagi para petani di wilayah yang terdampak langsung oleh kekeringan. Dukungan tersebut mencakup bantuan pengolahan lahan, pembagian benih bebas biaya, penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), hingga fasilitas instalasi pompa air guna menjaga kelangsungan siklus tanam.






