Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 mencatat perkembangan signifikan sekaligus kendala teknis di lapangan. Hingga Senin (14/9/2026) pukul 22.00 WITA, tim SAR gabungan telah menemukan 114 korban dari total 243 orang yang berada di atas kapal. Rinciannya, 108 penumpang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia. Namun, sebanyak 129 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.
Proses pemulangan korban menuju Banjarmasin menemui hambatan akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Sebanyak 22 korban selamat sempat tertahan di tengah laut karena proses transfer antarkapal tidak dapat dilakukan secara langsung.
Hambatan Gelombang Tinggi dan Rantai Pemindahan Korban
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa 22 korban selamat tersebut mulanya berada di kapal kayu Kapal Cahaya Bahari. Karena gelombang laut berada di atas batas normal, kapal kayu tersebut tidak berani mendekat langsung ke armada pengangkut utama.
Kondisi laut yang bergejolak juga memicu insiden saat proses pemindahan di pagi hari. Dua kapal penyelamat sempat berbenturan di tengah ombak besar sehingga memerlukan perawatan teknis.
Virgo 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter, 129 Korban Masih Dicari Basarnas

Untuk melanjutkan evakuasi, para korban akhirnya dipindahkan menggunakan perahu kecil menuju kapal perang KRI Nala. Namun, dimensi KRI Nala yang terlalu besar membuatnya tidak memungkinkan untuk bersandar langsung di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Para korban kemudian dialihkan kembali ke Kapal Kumai milik TNI Angkatan Laut guna menuntaskan perjalanan ke Banjarmasin, dengan estimasi ketibaan pada Selasa (15/9) subuh.
Rincian Penanganan dan Jalur Evakuasi Korban
Dari total 114 korban yang telah ditemukan, persebaran penanganan dan jalur kedatangan dibagi ke beberapa titik:
Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kelompok ini terdiri atas 85 korban selamat serta satu korban meninggal dunia yang jenazahnya langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga.
AHY Ungkap Titik Terberat Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa

Satu jenazah lainnya dievakuasi melalui jalur udara ke Lanud Syamsudin Noor di Banjarbaru, kemudian diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri untuk pemeriksaan medis lanjutan. Di lokasi yang sama, satu korban selamat juga berhasil mendarat setelah dievakuasi langsung dari titik kecelakaan menggunakan helikopter Basarnas.
Adapun 26 korban lainnya鈥攖erdiri dari 22 korban selamat yang sempat tertahan dan empat korban meninggal dunia鈥攎asih berada dalam proses pelayaran evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026). Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA sebelum operasi pencarian skala besar dikerahkan.






