Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat pergerakan harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen mengalami penyesuaian, dengan penurunan pada komoditas cabai rawit merah ke level Rp67.171 per kg serta bawang merah ke posisi Rp40.943 per kg. Pada saat yang sama, penguatan cadangan pangan pemerintah terus dioptimalkan guna menjaga stabilitas harga pangan nasional secara berkelanjutan.
Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban seputar perkembangan harga serta neraca pasokan komoditas pangan pokok nasional.
Berapa Rincian Update Harga Komoditas Pangan Nasional Panel Harga Bapanas?
Berdasarkan pantauan panel harga Bapanas, rincian rata-rata harga pangan pokok di tingkat konsumen tercatat sebagai berikut:
- Beras: Beras premium berada di harga Rp15.967 per kg, beras medium sebesar Rp14.439 per kg, dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp12.000 per kg.
- Bumbu Dapur: Cabai rawit merah tercatat Rp67.171 per kg, cabai merah keriting Rp43.559 per kg, cabai merah besar Rp41.815 per kg, bawang merah Rp40.943 per kg, dan bawang putih bonggol Rp36.800 per kg.
- Daging dan Telur: Daging sapi murni dipatok Rp130.676 per kg, daging ayam ras Rp38.125 per kg, telur ayam ras Rp29.435 per kg, serta daging kerbau beku (impor) Rp105.000 per kg.
- Minyak Goreng dan Gula: Minyak goreng kemasan seharga Rp20.600 per liter, minyak goreng curah Rp17.013 per liter, Minyakita Rp17.533 per liter, dan gula konsumsi Rp18.111 per kg.
- Pakan dan Kedelai: Jagung di tingkat peternak berada pada harga Rp6.846 per kg dan kedelai biji kering impor sebesar Rp10.470 per kg.
Komoditas Pangan Apa Saja yang Menunjukkan Tren Penurunan?
Penurunan harga terpantau pada komoditas cabai rawit merah yang turun dari Rp68.211 per kg menjadi Rp67.171 per kg, serta bawang merah yang turun dari Rp44.647 per kg menjadi Rp40.943 per kg. Beras SPHP juga tercatat mengalami penurunan dari sebelumnya Rp12.568 per kg ke angka Rp12.000 per kg. Penurunan tipis turut terjadi pada bawang putih bonggol dari Rp38.791 per kg ke Rp36.800 per kg, beras premium dari Rp16.029 per kg ke Rp15.967 per kg, dan daging kerbau beku impor dari Rp105.306 per kg ke Rp105.000 per kg.
Saat Masyarakat Mulai Makan Tabungan untuk Bertahan

Bagaimana Kondisi Stok Cadangan Beras Nasional di Bulog?
Per 6 April 2026, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk komoditas beras di Perum Bulog mencapai 4,4 juta ton. Stok yang dikelola Bulog seluruhnya dipasok melalui penyerapan gabah setara beras hasil panen petani dalam negeri tanpa impor sejak tahun 2025. Pemerintah menargetkan penyerapan tambahan hingga 4 juta ton.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras di akhir tahun 2026 diestimasikan mencapai 16 juta ton. Angka ini dihitung dari carry over stock awal tahun sebesar 12,4 juta ton ditambah proyeksi produksi tahunan sebesar 34,7 juta ton, kemudian dikurangi perkiraan konsumsi nasional setahun sebesar 31,1 juta ton.
Komoditas Apa Saja yang Diproyeksikan Bebas Impor Konsumsi?
Bapanas memproyeksikan dari 10 komoditas pangan pokok strategis, sebanyak 7 komoditas tidak memerlukan importasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung pakan (yang telah disetop impornya sejak 2025), bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula konsumsi.
Saat Niat Baik Berbuah Kecewa, Drama Bensin Pedagang Kopi di Kelapa Gading

Kebutuhan impor nasional kini hanya difokuskan pada tiga komoditas pokok, yaitu kedelai dan bawang putih sebagai komoditas dominan, serta daging sapi secara non-dominan.
Apa Langkah Pemerintah Mengendalikan Inflasi Pangan Menjelang Idul Adha 1447 H?
Bapanas melakukan langkah antisipatif dini untuk menjaga pasokan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, terutama pada komoditas daging dan ternak kurban. Pengawasan distribusi pangan dilakukan bersama Satgas Saber Pangan di sekitar 74.000 titik pengawasan sepanjang 5 Februari hingga 4 April 2026.
Upaya pengendalian pasokan ini berdampak pada pergerakan inflasi komponen bergejolak (volatile food) Maret 2026 yang turun menjadi 1,58 persen secara bulanan (dari 2,50 persen) dan 4,24 persen secara tahunan (dari 4,64 persen). Hingga minggu pertama April, jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi terus mengalami penurunan signifikan.






