Pesta musik rave tahunan di lintasan balap Aarau, kanton Aargau, Swis, berakhir tragis setelah aksi penembakan brutal menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya pada Minggu dini hari. Menyusul operasi pencarian intensif hingga tingkat internasional, aparat kepolisian menangkap seorang pria berkewarganegaraan Swis berusia 43 tahun sesaat sebelum pukul 01.00 waktu setempat pada Senin atas dugaan kuat sebagai pelaku penembakan.
Peristiwa tersebut bermula ketika para pengunjung pesta bersiap untuk meninggalkan lokasi acara menjelang penutupan festival. Sejumlah tembakan mendadak dilepaskan langsung ke arah kerumunan pengunjung. Seorang perempuan berkewarganegaraan Italia berusia 22 tahun tewas di lokasi kejadian meskipun petugas telah berupaya melakukan tindakan resusitasi.
Selain korban meninggal, lima orang lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka berkategori ringan hingga berat. Kepolisian Aargau mengonfirmasi para korban luka terdiri atas empat pria asal Swis dan seorang perempuan berkewarganegaraan Jerman, yang seluruhnya berusia antara 24 hingga 31 tahun.
WNI Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Fuji, Diduga Akibat Penyakit Jantung

Kepala Kepolisian Aargau, Michael Leupold, menyampaikan bahwa tim forensik dan penyidik menemukan bukti penggunaan dua kaliber senjata yang berbeda di area lintasan balap, yaitu dari pistol atau senapan mesin ringan serta senapan serbu. Kendati demikian, aparat meyakini hanya ada satu pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut pada tahap penyelidikan saat ini.
Pihak berwenang kini mengusut insiden mematikan itu berdasarkan tiga hipotesis kerja, yakni potensi serangan teroris, aksi penembakan massal, atau tindak kriminal murni yang motif pastinya masih belum diketahui secara pasti.
Perkuat Daya Saing Industri Hijau melalui PLTS Atap 2,2 MWp di Pasuruan

Presiden Swis Guy Parmelin menyampaikan ucapan duka cita mendalam melalui akun platform X miliknya kepada keluarga korban yang ditinggalkan sekaligus mendoakan proses pemulihan bagi para korban cedera. Dalam perkembangan penanganan kasus, Menteri Kehakiman Swis Beat Jans telah menemui Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt di wilayah Swis bagian selatan guna mengoordinasikan dukungan kepolisian dari Berlin di tengah kerja sama investigasi lintas batas.






