Pemerintah Provinsi Jawa Barat merekomendasikan penghentian sementara aktivitas pendakian gunung di berbagai wilayah menyusul peningkatan intensitas dan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah mitigasi ini diserukan untuk menekan potensi kebakaran baru yang dipicu oleh aktivitas manusia di tengah vegetasi yang mengering.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 132 kejadian karhutla yang tersebar di 91 kecamatan dan 153 desa atau kelurahan. Akumulasi luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Jawa Barat pada periode tersebut mencapai 196,40 hektare.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau pemerintah kabupaten dan kota, khususnya daerah yang memiliki kawasan pegunungan seperti Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor, untuk mempertimbangkan penutupan jalur pendakian. Aktivitas pendaki dinilai rentan memicu titik api apabila tidak diawasi secara ketat.
Kejagung Nilai Anggaran 2027 Belum Ideal, Minta Tambahan Rp 22,1 T

Kecerobohan kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api yang tidak terkendali dinilai sangat berbahaya saat cuaca panas membuat vegetasi mengering dan mudah tersulut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat mencatat ada sekitar 364 gunung di Jawa Barat, termasuk sejumlah lokasi favorit pendaki seperti Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Papandayan, dan Gunung Ciremai.
Sebaran dan Dampak Wilayah Karhutla
Dari total 132 kejadian yang dihimpun BPBD Jawa Barat, dampak kebakaran tersebar di sejumlah kabupaten dengan tingkat keparahan yang bervariasi:
Survei Poltracking, Mayoritas Publik Menilai Pengangguran Belum Berhasil Diturunkan

- Kabupaten Sukabumi: Mencatatkan area terbakar paling luas, yakni 49,20 hektare dari 12 kejadian.
- Kabupaten Sumedang: Menjadi wilayah dengan frekuensi karhutla tertinggi, mencapai 20 kejadian di 11 kecamatan dan 21 desa dengan luas lahan terbakar 21,68 hektare.
- Kabupaten Majalengka: Mengalami 15 kejadian karhutla dengan luas area terdampak 25,91 hektare.
- Kabupaten Kuningan: Mencatat 10 kejadian kebakaran yang menghanguskan 23,80 hektare lahan.
- Kabupaten Cirebon: Terdampak 8 insiden karhutla dengan luasan 20,73 hektare.
- Kabupaten Bandung: Mengalami 13 kejadian kebakaran dengan luas area 16,80 hektare.
- Kabupaten Subang: Mencatatkan 11 kejadian kebakaran seluas 9,53 hektare.
- Kabupaten Purwakarta: Mengalami 10 kejadian karhutla dengan total luas 8,22 hektare.
Selain kawasan pegunungan dan hutan, Dedi Mulyadi turut menyoroti potensi kerawanan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Para bupati dan wali kota diminta memperketat pengawasan di area pembuangan sampah dengan melarang siapa pun membawa korek api maupun merokok di lokasi TPA guna mencegah kobaran api yang sulit dipadamkan.






