Hasil survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas publik menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum berhasil menurunkan angka pengangguran. Sebanyak 57,3 persen responden menyampaikan penilaian tersebut terhadap kinerja pemerintah dalam penanganan sektor ketenagakerjaan.
Survei Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada rentang 14 hingga 20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil survei tersebut, hanya 32,2 persen responden yang menyatakan pemerintah berhasil menurunkan angka pengangguran. Di sisi lain, terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, sebanyak 51,6 persen responden menilai pemerintah belum berhasil menciptakan lapangan kerja.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menyatakan bahwa persoalan ekonomi, khususnya penanganan pengangguran dan pengendalian harga kebutuhan pokok, merupakan isu yang paling kuat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Pandangan masyarakat terkait kondisi ekonomi dinilai menjadi faktor utama dalam evaluasi publik terhadap jalannya pemerintahan saat ini.
Kejagung Nilai Anggaran 2027 Belum Ideal, Minta Tambahan Rp 22,1 T

Kenaikan Pengeluaran dan Keterjangkauan Harga Pokok
Selain sorotan pada sektor ketenagakerjaan, survei Poltracking Indonesia memotret kondisi ekonomi rumah tangga masyarakat. Sebanyak 62,5 persen responden menyatakan bahwa pengeluaran rumah tangga mereka saat ini tercatat lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu, responden yang menyatakan pengeluaran rumah tangga mereka lebih sedikit dibandingkan tahun lalu tercatat sebanyak 27,7 persen.
Tingginya pengeluaran rumah tangga ini beriringan dengan persepsi publik terhadap harga bahan kebutuhan pokok. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sebanyak 55,6 persen responden menilai harga kebutuhan pokok berada dalam kondisi tidak terjangkau. Sebaliknya, sebanyak 38,3 persen responden menilai harga kebutuhan pokok masih terjangkau dalam satu bulan terakhir.
Gunung Sinabung Erupsi dan Berstatus Siaga, Abu Vulkanik Selimuti Berastagi dan Kabanjahe

Temuan survei juga mencatat bahwa mahalnya harga kebutuhan pokok menjadi persoalan utama yang paling banyak dirasakan oleh masyarakat, dengan proporsi mencapai 44,3 persen responden. Tingginya persentase keluhan mengenai harga kebutuhan pokok tersebut berada jauh melampaui masalah-masalah lain yang masing-masing tercatat berada di bawah 10 persen.






