PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp11,1 triliun hingga 6 Agustus 2026. Capaian tersebut membuat perseroan optimistis dapat merealisasikan target pembiayaan yang telah ditetapkan pemerintah hingga pengujung tahun.
Consumer Loan Group Head BRI R Madya Januar menyatakan bahwa BRI meyakini kuota KUR Perumahan sebesar Rp14 triliun pada 2026 dapat terpenuhi secara optimal hingga akhir tahun. Penyaluran fasilitas pinjaman perumahan ini terus didorong sejalan dengan potensi kebutuhan tempat tinggal maupun sarana penunjang kegiatan usaha debitur di berbagai daerah.
Kekuatan Penyaluran di Sisi Permintaan
Optimisme BRI dalam mengejar sisa target kuota ditopang oleh keunggulan perseroan pada sisi permintaan (demand side). Menurut Madya, kekuatan utama penyaluran KUR Perumahan BRI bersumber dari basis nasabah KUR perseroan yang sangat besar dan tersebar luas.
Mentan Amran Bongkar Praktik Beras Fortifikasi Tanpa Vitamin

Besarnya basis debitur tersebut tecermin secara langsung dalam struktur pembiayaan kepemilikan hunian perseroan. Saat ini, sebanyak 81 persen hingga 82 persen dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI terkonsentrasi dan didominasi oleh segmen sisi permintaan.
Sasaran Debitur dan Perluasan Fungsi Properti
Dalam memaksimalkan penyaluran KUR Perumahan, BRI secara khusus membidik para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah memiliki rekam jejak pembiayaan yang baik. Nasabah yang telah dinyatakan lulus atau naik kelas dari program KUR reguler diposisikan sebagai target potensial untuk mendapatkan pembiayaan properti lanjutan.
Amran Minta Tambahan Rp5 T ke Purbaya untuk Produksi Sawit Dkk

Selain itu, BRI memandang pembiayaan perumahan ini tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan hunian atau pembelian rumah tinggal semata. Fasilitas KUR Perumahan ini juga diarahkan untuk menopang langsung kebutuhan operasional dan tempat usaha para pelaku UMKM, seperti pembangunan atau kepemilikan bengkel kerja hingga workshop, guna mendukung produktivitas dan kelangsungan usaha debitur.






