Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajukan usulan tambahan anggaran belanja sebesar Rp5 triliun kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dana tambahan tersebut ditujukan untuk memacu pengembangan sejumlah komoditas strategis perkebunan pada tahun anggaran 2027.
Permohonan anggaran tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat Kementerian Pertanian kepada Menteri Keuangan tertanggal 18 Agustus 2026. Komoditas yang masuk dalam sasaran pembiayaan tambahan ini mencakup kelapa sawit, tebu, kopi, kakao, lada, pala, dan jambu mete. Selain pengembangan tanaman, alokasi tersebut direncanakan untuk mendukung pengadaan 1.250 unit traktor pada komoditas tebu.
Usulan dana Rp5 triliun ini berada di luar pagu indikatif Kementerian Pertanian 2027 yang telah ditetapkan sebesar Rp28,02 triliun. Dari total pagu berjalan tersebut, sebanyak Rp9,8 triliun dialokasikan untuk anggaran dasar wajib, sementara Rp18,22 triliun disiapkan guna menopang program kedaulatan pangan.
Raja Juli Soal Karhutla, Asap Tak Punya KTP

Dalam struktur pagu Rp28,02 triliun itu, pos anggaran didistribusikan ke beberapa unit kerja utama. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memperoleh Rp4,32 triliun, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Rp4 triliun, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Rp4 triliun, serta Sekretariat Jenderal Rp3,7 triliun. Kementerian Pertanian juga mencadangkan Rp2,3 triliun untuk hilirisasi perkebunan, Rp798 miliar untuk peternakan, dan Rp973 miliar untuk kegiatan penyuluhan serta pendidikan pertanian. Di luar APBN kementerian, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sub-bidang pertanian disiapkan Rp111 miliar bagi 20 kabupaten dan 10 provinsi dari total pagu DAK fisik nasional sebesar Rp5 triliun.
Target Produksi Komoditas Pertanian 2027
Dorongan anggaran perkebunan ini berjalan seiring dengan penetapan target volume produksi sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan nasional pada 2027. Pada sektor perkebunan, Kementerian Pertanian membidik produksi kelapa sawit menembus 245 juta ton, tebu 42 juta ton, kelapa 2,9 juta ton, kopi 791 ribu ton, kakao 633 ribu ton, lada 64 ribu ton, dan pala 41 ribu ton.
BMKG Sebut Ada Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Kalbar pada 1-7 September

Untuk kelompok pangan pokok, target produksi ditetapkan sebesar 34 juta ton beras, 18 juta ton jagung, 17,79 juta ton ubi kayu, dan 362 ribu ton kedelai. Komoditas hortikultura ditargetkan menghasilkan 3,13 juta ton cabai, 2 juta ton bawang merah, serta 40 ribu ton bawang putih. Pada sektor peternakan, target produksi mencakup 8,08 juta ton telur, 5 juta ton daging, dan 922 ribu ton susu. Setelah beras, pemerintah memproyeksikan komoditas bawang putih dan susu sebagai fokus penguatan swasembada berikutnya.






