Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni buka suara mengenai isu sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai sampai ke negara tetangga. Raja Juli menegaskan bahwa pergerakan asap karhutla dipengaruhi oleh hembusan angin dan tidak mengenal batasan wilayah administratif kenegaraan.
Dalam keterangannya, Raja Juli menyampaikan analogi bahwa asap tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), sehingga dapat menyebar ke wilayah lain. Ia juga mengklaim bahwa peristiwa karhutla tidak hanya terjadi di dalam wilayah kedaulatan Indonesia, melainkan juga terjadi di wilayah negara lain di kawasan yang sama.
Titik Api dan Arah Angin
Raja Juli mencontohkan bahwa kebakaran hutan juga berlangsung di Serawak, meskipun titik api di wilayah tersebut mungkin tidak terbaca dalam sistem pemantauan SiPongi. Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian, arah angin di Serawak kebetulan sedang bergerak naik ke atas sehingga asapnya tidak melintas ke wilayah Indonesia.
BMKG Sebut Ada Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Kalbar pada 1-7 September

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Lingkungan Hidup (LH), arah hembusan angin menjadi faktor penentu persebaran asap karhutla lintas batas. Jika arah angin berbalik mengarah ke bawah, asap dari kebakaran hutan yang melanda Serawak pun dipastikan dapat masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia. Oleh sebab itu, Raja Juli menekankan bahwa sumber titik api di kawasan tersebut tidak semata-mata berasal dari Indonesia.
Keselamatan Warga Jadi Fokus Utama
Kendati karhutla terjadi di beberapa kawasan, Raja Juli memastikan pemerintah Indonesia terus melakukan langkah pengendalian untuk menekan potensi terjadinya kabut asap lintas batas atau transboundary haze. Pemerintah berupaya maksimal agar dampak karhutla tidak menimbulkan mudarat atau dampak negatif bagi negara tetangga.
MUI Jatim Minta Polisi Bertindak Usai Sound Horeg Makan 3 Korban

Di samping itu, Raja Juli menegaskan bahwa fokus utama pemerintah Indonesia dalam penanganan karhutla adalah keselamatan rakyat Indonesia sesuai arahan langsung dari Presiden. Upaya pemadaman dan mitigasi karhutla di lapangan terus dijalankan secara intensif hari demi hari melalui kolaborasi jajaran Manggala Agni, TNI, dan Polri guna melindungi keselamatan masyarakat.






