Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup menguat 74,46 poin atau naik 1,14% ke level 6.599,94, setelah sempat melesat menembus level psikologis hingga mencapai titik tertinggi harian di 6.608,18.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks komposit bergerak dalam rentang 6.535,80 hingga 6.608,18 sebelum ditutup tepat di ambang 6.600. Laju positif ini ditopang kuat oleh pergerakan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Saham Bank Pimpin Penguatan Indeks
Tiga saham bank pelat merah dan swasta utama menyumbang total kenaikan sekitar 31,19 poin terhadap IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pendorong utama dengan kontribusi 13,98 poin setelah parkir di level Rp3.380 per saham.
Penguatan indeks turut didorong oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menyumbang 9,39 poin ke level Rp6.600 per saham, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang memberikan andil 7,82 poin dan ditutup pada posisi Rp4.320 per saham.
SMF Pastikan Bunga FLPP Tetap Sama Meski Tenor KPR Diperpanjang 40 Tahun

Selain perbankan, sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya ikut menopang reli bursa. Saham BUMI tercatat menyumbang 5,47 poin penguatan, disusul UNTR sebesar 4,42 poin dan ASII yang berkontribusi 3,47 poin terhadap kenaikan IHSG.
Pergerakan Sektoral dan Transaksi Pasar
Dari sisi sektoral, sektor konsumer non-primer membukukan kenaikan tertinggi sebesar 3,08%. Penguatan berlanjut pada sektor utilitas yang naik 2,68%, sektor energi sebesar 1,98%, serta sektor finansial yang melaju 1,96%.
Di tengah dominasi zona hijau, hanya dua sektor yang mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini, yakni sektor teknologi yang terkoreksi 1,7% dan sektor bahan baku yang turun 0,53%.
BBRI Ngebut 4%, Asing Borong Rp841 Miliar

Secara keseluruhan pasar, sebanyak 420 saham berhasil menguat, 233 saham ditutup melemah, dan 310 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi tercatat padat dengan volume perdagangan mencapai 50,34 miliar saham, frekuensi 2,63 juta kali, serta total nilai transaksi harian sekitar Rp20,35 triliun.
Minat beli pemodal asing juga turut mewarnai pergerakan pasar. Pada sesi I, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp972,6 miliar, dengan portofolio perbankan dan tambang seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BUMI menjadi target utama akumulasi beli.






