Pemerintah terus berupaya mengejar target swasembada bawang putih dengan membidik produksi mencapai 40 ribu ton pada 2027. Namun, langkah percepatan tersebut menghadapi kendala mendasar terkait ketersediaan benih di dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa keterbatasan bibit menjadi salah satu rintangan utama pemerintah dalam mewujudkan kemandirian produksi komoditas tersebut. Untuk mengatasi persoalan ini, Kementerian Pertanian telah mengambil langkah penjajakan ke luar negeri guna mengamankan pasokan bibit berkualitas.
Perburuan Bibit dan Karakteristik Tanaman
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian telah mengirim Direktorat Jenderal Hortikultura ke sejumlah negara produsen untuk mencari sumber benih bawang putih. Tim kementerian tercatat telah mendatangi China dan India demi memperoleh bibit yang dapat digunakan untuk menggenjot penanaman domestik.
Bupati Sleman Minta Pelajar Teken Surat Kontrak Tak Ikut Klitih

Amran menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi bawang putih nasional berada pada kisaran maksimal 100 ribu ton, jumlah yang relatif jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan beras nasional yang mencapai 7 juta ton. Kendati volume kebutuhannya tidak sebesar komoditas pangan utama lainnya, budidaya bawang putih memiliki tantangan biologis berupa masa dorman benih yang berlangsung sekitar enam hingga delapan bulan sebelum siap untuk ditanam kembali.
Bibit yang berhasil didatangkan dari luar negeri tersebut nantinya akan dibudidayakan dan ditangkarkan terlebih dahulu. Langkah perbanyakan bibit ini disiapkan agar pada 2028 kapasitas produksi dalam negeri dapat meningkat dalam skala yang lebih besar, sejalan dengan komitmen pemerintah memperluas sasaran swasembada pangan yang juga mencakup komoditas susu.
Penyiapan Lahan Khusus dan Potensi Bibit Sembalun
Upaya pemenuhan bibit tersebut turut mendapatkan perhatian dari parlemen. Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meminta Kementerian Pertanian tidak hanya terfokus pada pengadaan dan pencarian benih, melainkan juga menyiapkan lahan budidaya secara matang sejak awal.
Menhut Raja Juli Wanti-wanti Karhutla di Puncak El Nino September

Titiek menekankan bahwa penyiapan lahan baru sangat krusial mengingat tanaman bawang putih memerlukan kriteria geografis khusus, yakni lahan pertanian yang berada di ketinggian tertentu. Menurutnya, pemetaan dan identifikasi lahan harus dilakukan bersamaan dengan perburuan bibit, sehingga saat bibit tiba di tanah air, penanaman dapat langsung dilaksanakan tanpa penundaan.
Selain mendatangkan pasokan dari mancanegara, Titiek juga mendorong optimalisasi varietas lokal. Ia menyoroti potensi benih bawang putih dari Sembalun yang memiliki kualitas bagus dan layak untuk diperbanyak di dalam negeri sebagai penopang produksi nasional.






