Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat dorongan kuat dari saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melonjak 4% ke level 3.380 pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026). Kenaikan signifikan ini sekaligus membawa kapitalisasi pasar BBRI melesat menjadi Rp507,2 triliun, menempatkannya di posisi kedua terbesar di bursa.
Sepanjang sesi perdagangan, aktivitas transaksi saham bank pelat merah ini mencapai Rp2,82 triliun. Nilai tersebut menjadi yang terbesar kedua di pasar setelah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan nilai transaksi Rp2,87 triliun. Separuh dari perputaran dana di saham BBRI disokong oleh investor asing dengan realisasi pembelian sebesar Rp1,15 triliun dan penjualan Rp305,9 miliar, menghasilkan aksi beli bersih asing (net foreign buy) senilai Rp841 miliar.
Kinerja Laba di Atas Rata-rata Industri
Aksi borong investor beriringan dengan rilis kinerja fundamental perseroan pada semester I-2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BRI mencapai Rp30,87 triliun atau tumbuh 17,46% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Transaksi Inbound QRIS oleh Warga Negara Asing Tembus Rp5,9 Triliun hingga Juli 2026

Pencapaian laba tersebut menjadi yang tertinggi di kelompok bank KBMI IV. Laju pertumbuhan BRI sebesar 17,46% yoy juga melampaui rata-rata pertumbuhan laba kelompok KBMI IV yang berada di level 12,54% yoy dengan rata-rata nominal laba Rp25,39 triliun.
Penurunan Rasio NPL dan Biaya Kredit
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BRI pada semester I-2026 turun menjadi 2,9%, membaik dari posisi 3,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kualitas aset tersebut berdampak pada penurunan beban provisi, sehingga rasio cost of credit (CoC) BRI menyusut ke level 3,1% dibandingkan 3,4% pada semester I-2025.
Gubernur Mirzani, Gen Z dan Post Gen Z Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Lampung

Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BRI Group hingga semester I-2026 menembus Rp1.646 triliun, mencatatkan ekspansi sebesar 16,2% yoy. Akselerasi penyaluran kredit ini mendorong total aset perseroan tumbuh 11,7% yoy. Di sektor pendanaan, BRI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.581 triliun atau naik 6,7% yoy.






