Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menanggapi pergerakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa angin hingga melintasi batas negara menuju Serawak, Malaysia. Ia menekankan bahwa fenomena tersebut murni dipicu dinamika arah angin.
"Karena memang asap enggak ada KTP-nya gitu," ujar Raja Juli kepada wartawan, Selasa (1/9/2026). Kendati menggarisbawahi faktor alam tersebut, ia menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan langkah pencegahan pencemaran kabut asap lintas negara (transboundary haze) agar dampaknya terhadap negara tetangga dapat ditekan seminimal mungkin.
Upaya pemadaman api di Sumatra dan Kalimantan saat ini mengombinasikan tim darat, pembuatan sumur bor, serta dukungan water bombing dari TNI Angkatan Udara. Minimnya ketersediaan sumber air di lapangan menjadi tantangan terbesar pemadaman. Satuan tugas darat dinilai mencatatkan hasil lebih efektif dengan menjangkau pemadaman seluas 17,5 hektare, dibandingkan operasi water bombing yang menangani 2,5 hektare lahan.
Sidang Kuota Haji, 'Bajak Laut' Dititipi US$406.000 untuk Staf Yaqut

Penegakan Sanksi dan Penanganan Dampak Kesehatan
Di jalur penegakan hukum, Gakkum Kementerian Kehutanan tengah memproses 30 kasus dugaan tindak pidana karhutla. Pengawasan ketat serta peringatan telah dilayangkan kepada 52 pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), dengan enam entitas di antaranya telah dijatuhi sanksi berat.
Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat kian meluas. Data Kementerian Kesehatan per 27 Agustus 2026 menunjukkan karhutla melanda 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan, dengan total populasi terdampak mencapai 10.674.201 jiwa.
BNPB Laporkan 30 Titik Api Karhutla Masih Menyala di Kalimantan Barat

Pada tanggal yang sama, tercatat penambahan 4.082 kasus baru Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sehingga total kumulatif mencapai 13.449 kasus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi telah mendistribusikan lebih dari 5 juta masker guna menyaring partikel berbahaya PM2.5 serta menyalurkan pasokan oksigen konsentrator ke wilayah-wilayah terdampak.






