berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Teknologi

Tantangan Ketersediaan Air di Tengah Pesatnya Perkembangan Kecerdasan Buatan

Ance RundenganDiterbitkan 2 Agu 2026 - 17.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tantangan Ketersediaan Air di Tengah Pesatnya Perkembangan Kecerdasan Buatan
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Ketersediaan air bersih kini menghadapi tantangan baru seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital global. Air merupakan salah satu elemen utama yang menopang pertumbuhan ekonomi digital serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Isu krusial mengenai keterkaitan antara infrastruktur digital dan ketersediaan air ini secara khusus disoroti oleh Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Isu Air, Retno Marsudi. Sosok yang juga dikenal sebagai mantan Menteri Luar Negeri tersebut menggarisbawahi bahwa pemanfaatan teknologi yang masif tidak dapat dilepaskan dari daya dukung sumber daya alam. Perkembangan pesat di sektor teknologi membawa konsekuensi langsung terhadap peningkatan penggunaan air, yang selama ini mungkin belum banyak disadari oleh masyarakat luas maupun para pelaku industri.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Peringatan mengenai tingginya tingkat konsumsi air di sektor teknologi ini disampaikan oleh Retno Marsudi dalam forum Indonesia Net Zero Summit 2026. Acara tersebut diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (1/8/2026). Dalam pemaparannya, diungkapkan sebuah proyeksi bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan diperkirakan mampu mendorong kenaikan kebutuhan air hingga mencapai 129 persen. Lonjakan drastis ini diprediksi akan terjadi di seluruh rantai nilainya. Persoalan ini menjadi semakin mendesak untuk diperhatikan mengingat kondisi infrastruktur pendukungnya. Saat ini, tercatat sekitar 40 persen dari total pusat data di dunia justru berada di kawasan yang mengalami tekanan ketersediaan air. Hal ini jelas memberikan beban tambahan bagi wilayah-wilayah yang pada dasarnya sudah rentan terhadap krisis air.
Baca Juga

Kejaksaan Agung Geledah Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Kejaksaan Agung Geledah Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Tantangan lonjakan pemakaian air oleh industri digital ini muncul bersamaan dengan tren peningkatan kebutuhan air untuk kehidupan dasar manusia di masa depan. Berdasarkan proyeksi demografi, jumlah penduduk dunia diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050 mendatang. Pertumbuhan populasi yang sangat masif ini secara otomatis menuntut peningkatan penyediaan kebutuhan pokok. Untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduk tersebut, tingkat produksi pangan dunia dituntut harus meningkat sekitar 50 persen dibandingkan dengan kapasitas saat ini. Situasi ini menunjukkan bahwa sektor teknologi dan sektor pemenuhan kebutuhan dasar manusia pada akhirnya akan sama-sama bergantung pada sumber daya air yang ketersediaannya semakin terbatas.

Lebih jauh, gambaran mengenai besarnya kebutuhan air per kapita juga diuraikan melalui data dari Global Commission on the Economics of Water. Berdasarkan laporan dari lembaga tersebut, setiap orang membutuhkan sekitar 4.000 liter air setiap harinya agar dapat menjalani kehidupan yang layak. Angka 4.000 liter ini bukanlah sekadar air yang diminum atau digunakan untuk keperluan sanitasi semata. Jumlah tersebut merupakan akumulasi yang mencakup seluruh air yang dibutuhkan dalam proses memproduksi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, alokasi tersebut juga memperhitungkan air yang digunakan untuk memproduksi pakaian yang dikenakan, menghasilkan energi yang digunakan, serta memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari lainnya.

Baca Juga

Cara Memahami Peran BPUPKI dan Tokoh Kuncinya Menjelang Kemerdekaan RI

Cara Memahami Peran BPUPKI dan Tokoh Kuncinya Menjelang Kemerdekaan RI

Potensi terganggunya pasokan air bersih akibat kompetisi penggunaan ini tidak hanya akan memicu krisis lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek domino yang merugikan. Jika pasokan air dunia terganggu, dampaknya tidak akan terbatas pada masalah ketahanan pangan saja. Gangguan pasokan air dapat menjalar dan berdampak serius pada ketahanan ekonomi, kesehatan masyarakat, bahkan hingga mengganggu sektor pendidikan. Selain itu, ketika air menghilang dari suatu kawasan, risiko terjadinya kebakaran hutan pun akan meningkat secara drastis. Oleh karena itu, pengelolaan air yang bijak dan berkesinambungan menjadi kunci utama untuk menyeimbangkan kebutuhan antara kemajuan teknologi dan pelestarian kehidupan umat manusia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kecerdasan BuatanPBBAirRetno MarsudiPusat Data

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memastikan Beras Fortifikasi Asli dan Menghindari Modus Penipuan HargaPanduan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIV GroupPentingnya Merawat Warisan dan Menjaga Ingatan Kota di IndonesiaCara Satgas TNI Mengevakuasi Korban Penembakan di Lembah Curam YahukimoPengamanan Perbatasan Ceuta dengan Barikade Terapung Usai Gelombang MigranProgram Persiapan LPDP Kemenag dan Pembaruan Berita PendidikanPerkembangan Penanganan Dua Laporan Hukum Terhadap Vicky Prasetyo di Polda Metro JayaLangkah Merespons Dugaan Pungutan Liar Oknum Petugas di Jalan Raya

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap