Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan status Awas Bencana Kekeringan di 25 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah tanggap darurat pasokan air bersih terus digencarkan seiring musim kemarau ekstrem yang memicu potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Berdasarkan hasil pendataan periode Juli hingga September 2026, krisis air bersih telah meluas ke 73 desa dan kelurahan di 25 kecamatan tersebut. Dampak kekeringan ini tercatat menimpa 62.076 jiwa yang tergabung dalam 23.430 kepala keluarga (KK).
Sebaran Wilayah Terdampak Kekeringan
Sebanyak 25 kecamatan yang masuk dalam kategori status awas kekeringan meliputi Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga, dan Tigaraksa.
Hasil OTT KPK di Kasus Mafia Tanah BPN, 8 Orang Jadi Tersangka, Sita Rp 106,3 Miliar

Pejabat BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa curah hujan di wilayah Kabupaten Tangerang tergolong sangat minim. Hujan yang sempat turun di beberapa titik, seperti kawasan Tigaraksa, hanya berupa gerimis ringan. Kondisi kering tersebut bahkan memicu kerentanan lain, di mana wilayah Tigaraksa justru mencatat frekuensi peristiwa kebakaran tertinggi.
Distribusi Bantuan Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, BPBD Kabupaten Tangerang telah merealisasikan 330 kali pengiriman bantuan air bersih ke 178 titik lokasi terdampak. Operasi penanganan krisis air ini dijalankan secara terpadu bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja (PDAM), Palang Merah Indonesia (PMI), serta dukungan dari sektor swasta.
Pakar ITS soal Insiden Kapal Virgo Terbalik, Tak Cocok di Laut RI

Kendati cakupan wilayah terdampak terus meluas, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan situasi krisis air saat ini masih berada dalam batas kapasitas penanganan daerah. Hingga kini, BPBD Kabupaten Tangerang belum menaikkan penetapan status menjadi siaga darurat bencana kekeringan, seraya memastikan pasokan logistik air bersih tetap berjalan optimal ke pemukiman warga.






