PT Adhi Karya (Persero) Tbk buka suara mengenai kendala penyelesaian sejumlah proyek apartemen LRT City yang digarap oleh anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Persoalan proyek bermasalah ini dibahas dalam rapat antara jajaran Direksi Adhi Karya dan Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada Senin (14/9/2026).
Berdasarkan pemetaan Adhi Karya, dari sekitar 5.400 unit apartemen LRT City yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. Sementara itu, sekitar 2.400 unit lainnya di sejumlah proyek LRT City tercatat masih tertunda dan hingga kini belum diterima oleh para pembeli.
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Moeharmein Zein Chaniago, mengungkapkan bahwa keterlambatan penyelesaian proyek terjadi lantaran ADCP gagal mencapai target penjualan. Kegagalan tersebut kemudian berdampak langsung pada terganggunya arus kas (cash flow) perusahaan anak usaha tersebut.
Sosok Menkeu Suahasil di Mata Bos OJK, Kenal Baik, Beliau Figur Mumpuni

Moeharmein menjelaskan, penurunan performa penjualan ADCP disebabkan oleh kondisi pasar properti yang melemah. Tekanan ini bermula dari dampak krisis ekonomi pada 2018 yang kemudian berlanjut dengan hantaman pandemi COVID-19. Rangkaian kondisi tersebut membuat keseimbangan pasar terganggu, sehingga penjualan ADCP meleset dari ekspektasi dan memicu kendala likuiditas.
Atas persoalan yang timbul pada proyek anak usahanya, Moeharmein menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan bahwa Adhi Karya selaku induk usaha memegang kewajiban dan komitmen penuh untuk mengawal penyelesaian proyek LRT City hingga tuntas sesuai linimasa yang telah ditentukan.
Soal Proyek LRT City, BP BUMN dan Danantara Beri Catatan Penting ke Adhi Karya

Di sisi lain, Danantara dan BP BUMN selaku pemegang saham telah menginstruksikan Adhi Karya untuk segera menyelesaikan kewajiban serah terima sekitar 2.400 unit yang tertunda. Dony Oskaria menegaskan proyek harus dituntaskan dengan kualitas terbaik agar tidak merugikan konsumen, terlebih bagi masyarakat yang membeli unit tersebut sebagai rumah pertama, mengingat kendala yang terjadi merupakan kesalahan internal perusahaan.






