Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak datar atau bervariasi (mixed) pada sesi perdagangan Rabu (16/9). Indeks komposit masih dibayangi tekanan koreksi setelah tergelincir pada perdagangan sebelumnya, meski peluang pembalikan arah teknikal tetap terbuka.
Pada penutupan perdagangan Selasa (15/9) sore, IHSG parkir di posisi 6.461 setelah melemah 73,54 poin atau minus 1,13 persen. Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi bursa mencapai Rp12,69 triliun dengan volume 26,41 miliar saham, di mana 314 saham melemah, 312 saham menguat, dan 165 saham tidak mengalami perubahan posisi.
Analisis MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko pelemahan yang belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan pembacaan teknikalnya, dalam skenario terburuk IHSG masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali rentang 6.290–6.370.
Sosok Menkeu Suahasil di Mata Bos OJK, Kenal Baik, Beliau Figur Mumpuni

Namun, Herditya menambahkan bahwa selama indeks mampu bertahan di atas level 6.370, peluang penguatan kembali terbuka menuju kisaran 6.541–6.581. Untuk perdagangan hari ini, ia mematok rentang support di level 6.279 dan 6.201, dengan batas resistance di 6.585 serta 6.633. Sejumlah saham yang masuk dalam radar rekomendasinya meliputi BRMS, INCO, MAPA, dan AUTO.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyoroti posisi IHSG yang berisiko melanjutkan tren pelemahan. Sinyal penurunan tersebut terkonfirmasi setelah indeks ditutup di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (SMA-20) selama dua hari berturut-turut.
Dirut PLN Darmawan Pimpin Peningkatan Pasokan Listrik Sulbagsel

Ivan memaparkan, penembusan ke bawah level 6.370 berpotensi mendorong pelemahan lanjutan menuju 6.290. Area 6.290 dinilai menjadi titik penopang krusial karena merupakan klaster support dari dua Fibonacci retracement. Dalam proyeksinya, Ivan menetapkan level support IHSG pada 6.370, 6.290, dan 6.179, sementara target resistance berada di rentang 6.639, 6.752, 6.835, hingga 6.916. Saham pilihan yang ia rekomendasikan mencakup INKP, KLBF, MDKA, dan PGAS.






