PT PLN (Persero) mempercepat langkah penguatan pasokan daya pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan energi dan kebutuhan listrik masyarakat. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memimpin langsung upaya penanganan tersebut melalui inspeksi ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Senin (14/9).
Dalam peninjauan tersebut, Darmawan memantau percepatan proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW). Pembangkit listrik milik swasta tersebut sebelumnya mengalami kendala gangguan teknis yang mengakibatkan berkurangnya pasokan setrum ke dalam sistem kelistrikan regional.
Tekanan El Ni帽o pada Pembangkit Hidro
Penurunan pasokan daya di Sulbagsel dipengaruhi oleh kombinasi gangguan teknis pembangkit dan faktor alam. Fenomena El Ni帽o telah memengaruhi kondisi hidrologi di sejumlah daerah aliran sungai, sehingga volume air menurun dan memangkas produksi listrik dari pembangkit hidro.
Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Penurunan debit air tersebut berdampak langsung pada performa PLTA Poso, PLTA Bakaru, PLTA Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Daya mampu agregat pembangkit hidro di kawasan Sulbagsel tercatat turun drastis dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW, atau mengalami defisit pasokan sekitar 600 MW.
Penambahan Kapasitas 627 MW dan Modifikasi Cuaca
Menghadapi defisit daya hidro, PLN mengoptimalkan unit pembangkit yang tersedia serta menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW. Langkah ini dibarengi dengan percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami kendala operasional.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Upaya penyemaian garam ini bertujuan memicu hujan agar ketersediaan air di waduk pembangkit hidro meningkat. Kendati demikian, pelaksanaan TMC menghadapi tantangan kondisi atmosfer yang sangat kering, sehingga ketersediaan awan potensial untuk disemai masih terbatas.
Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng

Target Pemulihan dan Rencana Penguatan Jangka Panjang
Manajemen PLN menargetkan neraca pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali pada akhir September 2026 seiring beroperasinya kapasitas tambahan dan rampungnya pemeliharaan pembangkit.
Untuk menjaga keandalan pasokan dalam jangka panjang, PLN merancang penguatan sistem kelistrikan Sulbagsel selaras dengan arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW). Rencana tersebut mencakup penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sekitar 5,2 GWp yang didukung oleh Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 8,2 gigawatt hour (GWh).






