Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kelakar santai mengenai perasaannya setelah diberhentikan dari posisinya oleh Presiden Prabowo Subianto. Purbaya secara blak-blakan mengaku sempat merasa jengkel hingga sulit tidur pada malam usai menerima kabar pencopotan jabatannya tersebut.
Purbaya baru mengetahui keputusan pemberhentiannya secara mendadak pada Senin (14/9) pagi. Informasi tersebut ia terima langsung lewat sambungan telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Sehari berselang, Purbaya menghadiri agenda serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/9).
"Semalam masih susah tidur, masih sebal juga tuh," kata Purbaya sembari berkelakar di hadapan awak media seusai prosesi sertijab.
Ia menanggapi rasa kesalnya itu sebagai respons yang wajar dialami manusia saat menghadapi keputusan mendadak. "Ya ada (sebalnya juga), kan gue juga orang. Emang gue robot?" tutur Purbaya.
Gaji PNS Mau Dipindah ke Bank Negara, Apakah BPD Mampu Bertahan?

Perhitungan Peluang Reshuffle dan Hak Prerogatif Presiden
Sebelum pengumuman resmi dilakukan, Purbaya menuturkan dirinya sudah memperkirakan kemungkinan terkena perombakan kabinet (reshuffle). Menurut perhitungannya, peluang bertahan atau diganti berada di posisi seimbang sekitar 50 berbanding 50.
Kendati demikian, kepastian pencopotan itu baru benar-benar ia ketahui pada Senin pagi. Purbaya menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Enggak tahu, mesti nanya Pak Presiden itu. Tapi kan bisa lihat dari omongannya, oh 50-50, ya sudah," ujarnya.
IHSG Diproyeksi Bergerak Datar Hari Ini, Cermati Area Support Kunci

Purbaya juga menepis dugaan adanya ketegangan internal atau gesekan dengan pejabat Kementerian Keuangan sebagai pemicu pergantiannya. Selama menjalankan tugas, ia memastikan seluruh kebijakan yang ditempuh kementerian senantiasa sejalan dengan arahan kepala negara.
"Gesekan nggak ada. Yang jelas itu hak prerogatif presiden yang presiden sudah putuskan setahun ini udah cukup. Kebijakan kita kan ikuti semua kebijakan presiden. Aman lah itu," tegasnya.
Setelah melepas jabatannya, Purbaya menyatakan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Ia juga mengaku tidak berminat untuk kembali mengisi kursi menteri maupun posisi pejabat negara lainnya dalam waktu dekat. "Enggak lah. Baru dipecat. Masa jadi menteri lagi," pungkasnya.






