Bagaimana langkah BUMN energi menjaga pasokan gas di tengah meningkatnya kebutuhan domestik? PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui integrasi dan fleksibilitas pengelolaan portofolio gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Langkah penguatan bisnis dan portofolio LNG tersebut dimatangkan dalam keikutsertaan Pertamina pada forum energi global Gastech 2026 di Bangkok, Thailand. Strategi ini dijalankan dengan memadukan sumber pasokan domestik dan pasokan internasional, yang antara lain berasal dari Australia dan Amerika Serikat.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa diversifikasi sumber pasokan serta fleksibilitas portofolio menjadi bagian krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar global.
Rupiah Melemah ke Posisi Rp17.694 per Dolar AS pada Perdagangan Selasa

Kebutuhan pengelolaan pasokan yang adaptif ini sejalan dengan tren di dalam negeri. Indonesia, yang secara historis dikenal sebagai salah satu produsen dan eksportir LNG dunia, kini menghadapi potensi pertumbuhan kebutuhan LNG domestik untuk menopang sektor industri dan kebutuhan energi di masa mendatang.
Dukungan Infrastruktur dan Potensi Hub Arun
Fleksibilitas pasokan LNG Pertamina didukung oleh ekosistem infrastruktur gas dan regasifikasi yang tersebar di berbagai wilayah. Jaringan ini mencakup fasilitas Nusantara Regas, fasilitas penerimaan LNG Jawa-1, jaringan pipa transmisi dan distribusi PGN, hingga fasilitas Perta Arun Gas di Aceh.
RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

Fasilitas Perta Arun Gas memiliki nilai strategis karena berlokasi langsung di jalur pelayaran energi utama Selat Malaka. Letak geografis ini membuka peluang bagi Arun untuk bertransformasi menjadi hub LNG regional yang menghubungkan pasokan internasional dengan kebutuhan pasar domestik maupun Asia Tenggara.
Keberadaan infrastruktur Arun juga menyediakan fleksibilitas operasional yang beragam bagi Pertamina Group, mulai dari fasilitas penerimaan, penyimpanan, pemuatan kembali (reloading), alih muat antarkapal (transhipment), hingga proses regasifikasi dan distribusi energi ke konsumen.






