Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus memanfaatkan fasilitas pinjaman bersubsidi untuk memperkuat permodalan kerja maupun ekspansi usaha. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dihadirkan perbankan nasional, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan Bank Mandiri, guna menjangkau pelaku UMKM produktif yang dinilai layak namun belum memiliki agunan tambahan yang memadai (unbankable).
Tingginya minat terhadap permodalan ini terlihat dari penyaluran KUR BRI yang menyentuh angka Rp42,23 triliun atau 24,13 persen dari total alokasi pemerintah sebesar Rp175 triliun pada akhir triwulan I 2025. Bagi pengusaha yang berencana menambah likuiditas, pemahaman mendalam terkait kriteria kelayakan, ketentuan perbankan, dan dokumen yang dibutuhkan menjadi langkah awal sebelum memproses pengajuan pinjaman.
Apa Saja Persyaratan Pengajuan Kredit Usaha Rakyat KUR Modal Kerja UMKM?
Calon debitur wajib memenuhi sejumlah kriteria dasar yang ditetapkan perbankan penyalur:
Proses Kebijakan Penetapan Suku Bunga Acuan BI-Rate Bank Indonesia Berdasarkan Keputusan RDG

- Status Usaha: Usaha yang diajukan harus tergolong produktif dan telah berjalan aktif sekurang-kurangnya 6 bulan.
- Riwayat Kredit: Pemohon tidak sedang menerima fasilitas kredit produktif dari lembaga keuangan atau perbankan lain. Kendati demikian, fasilitas pinjaman konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit tetap diperbolehkan.
- Batasan Usia: Calon debitur KUR Mikro BRI minimal berusia 17 tahun, sementara untuk jenis pinjaman KUR lainnya disyaratkan minimal berusia 21 tahun.
- Kesiapan Dokumen dan Agunan: Pemohon perlu melengkapi berkas identitas dan izin usaha. Untuk jenis pinjaman tertentu, pengajuan dapat diproses tanpa agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema Pembiayaan Apa Saja yang Tersedia bagi UMKM?
Perbankan menyediakan beberapa kategori pinjaman yang disesuaikan dengan skala dan kapasitas usaha debitur:
- KUR Super Mikro: Disediakan bagi pelaku usaha pemula dengan tingkat suku bunga rendah sebesar 3 persen.
- KUR Mikro: Menyediakan plafon pinjaman hingga Rp50 juta per debitur.
- KUR Kecil dan KUR Khusus: Menawarkan plafon pinjaman lebih besar, mulai dari Rp1 juta hingga Rp500 juta, bahkan mencapai Rp5 miliar khusus untuk skema KUR Khusus.
- KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI): Skema pembiayaan khusus bagi tenaga kerja yang akan ditempatkan di luar negeri.
Pada penyaluran KUR Mandiri 2026, pelaku usaha dapat mengakses pinjaman hingga Rp100 juta dengan tenor pelunasan yang fleksibel antara 12 bulan hingga 60 bulan (5 tahun).
OJK Sediakan Portal iDebku untuk Akses Riwayat Kredit SLIK secara Mandiri

Berapa Besaran Bunga Pinjaman KUR?
Suku bunga KUR disubsidi oleh pemerintah sehingga beban cicilan tetap terjangkau. KUR BRI memberlakukan suku bunga mulai dari 6 persen efektif per tahun untuk jenis pinjaman umum, serta bunga 3 persen khusus untuk program KUR Supermikro.
Melalui Saluran Apa Pengajuan KUR Dapat Dilakukan?
Pengajuan pembiayaan modal kerja UMKM dapat diproses melalui dua jalur utama:
- Pengajuan Daring (Online): Khusus calon debitur BRI, permohonan dapat diajukan secara langsung melalui situs resmi di kur.bri.co.id atau memanfaatkan menu pembiayaan di aplikasi BRImo.
- Pengajuan Langsung (Offline): Pemohon dapat mendatangi kantor cabang bank penyalur terdekat dengan membawa seluruh kelengkapan dokumen persyaratan. Setelah berkas diserahkan, petugas perbankan akan melaksanakan proses asesmen kelayakan serta survei langsung ke lokasi usaha sebelum keputusan persetujuan kredit diterbitkan.






