Bank Indonesia menghadapi tantangan berlapis dalam merumuskan kebijakan moneter di tengah dinamika perekonomian global yang belum sepenuhnya stabil. Saat ini, ketidakpastian global masih tergolong sangat tinggi. Kondisi tersebut utamanya dipicu oleh sikap hawkish yang ditunjukkan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Sikap ini memunculkan potensi berlanjutnya era suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang, atau yang sering disebut dengan istilah higher for longer. Menghadapi situasi eksternal yang menantang ini, bank sentral Indonesia memastikan bahwa stabilitas nasional tetap menjadi prioritas utama tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Editors Briefing yang berlangsung di Parapat, Sumatera Utara, pada Jumat (31/7).








