Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Bali mencatatkan akses pembiayaan yang kian meluas sepanjang tahun berjalan. PT Bank BPD Bali mencatat penyaluran kredit UMKM tumbuh 14,52 persen secara tahunan (year-on-year) hingga menembus angka Rp14,15 triliun per Agustus 2026.
Pertumbuhan pembiayaan sektor usaha kecil ini mendorong total portofolio kredit bank naik 7,03 persen menjadi Rp26,20 triliun. Dari keseluruhan portofolio pembiayaan yang disalurkan per Agustus 2026, porsi kredit produktif mendominasi dengan capaian sebesar 62,39 persen.
Penyaluran KUR dan Ragam Skema Pembiayaan
Penopang utama ekspansi kredit produktif perseroan berasal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 26 Agustus 2026, realisasi KUR Bank BPD Bali telah menyentuh Rp1,61 triliun atau setara 89,26 persen dari total alokasi target tahunan Rp1,80 triliun. Dana tersebut mengalir ke 2.378 rekening penerima dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 0 persen.
Tetangga RI Pertimbangkan Hukuman Kebiri Kimia ke Penjahat Seksual

Sebesar 70 persen dari penyaluran KUR dialokasikan untuk sektor produksi, sedangkan 30 persen sisanya bergerak di sektor non-produksi. Distribusi pembiayaan program ini meliputi KUR Kecil sebesar Rp1,34 triliun dengan penyerapan terbesar di Kantor Cabang Denpasar dan Tabanan, disusul KUR Mikro senilai Rp269,13 miliar serta KUR SUMI sebesar Rp480 juta.
Di luar skema KUR, Bank BPD Bali turut mengucurkan pembiayaan sektoral lainnya:
- Kredit Usaha dan Alat Pertanian (KUA) terealisasi Rp4,65 miliar atau 56,71 persen dari target.
- Kredit Industri Padat Karya (KIPK) dipatok dengan target Rp9,51 miliar.
- Kredit Program Perumahan (KPP) mencatatkan realisasi Rp176,90 miliar (59 persen target) melalui 310 rekening, terbagi atas KPP Supply Rp79,43 miliar dan KPP Demand Rp97,48 miliar.
- Baki debet kredit KUSUMA tercatat sebesar Rp1,44 triliun, sementara KUSUMA SARI mencapai Rp732,17 miliar.
- Kredit PMI/PPLN bagi pekerja migran terealisasi Rp375 juta untuk 11 debitur dengan tingkat NPL 0 persen.
Kinerja Finansial dan Ketahanan Likuiditas
Ekspansi pembiayaan produktif berjalan beriringan dengan penguatan kinerja operasional perseroan. Hingga Agustus 2026, Bank BPD Bali mengantongi laba sebesar Rp945 miliar, meningkat 8,14 persen secara tahunan. Total aset perseroan pun naik 6,05 persen menjadi Rp44,16 triliun.
Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,00 persen menjadi Rp36,31 triliun dengan dominasi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 66,47 persen. Struktur permodalan tercatat kokoh dengan modal inti naik 21,08 persen menjadi Rp6,25 triliun, menempatkan Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) pada posisi 30,59 persen.
Kualitas aset perseroan tetap terkendali dengan NPL Gross di level 1,03 persen dan Loan at Risk (LaR) berada di posisi 3,30 persen. Profil likuiditas juga terpantau memadai melalui capaian Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 258,15 persen serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) di angka 143,72 persen.






