Operasional dan prasarana LRT Jabodebek dipastikan tetap berjalan normal dan aman pascagempa bumi bermagnitudo 5,9 yang berpusat di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9). PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan tidak ada kerusakan pada seluruh jalur maupun fasilitas pendukung.
Peristiwa gempa bumi tersebut terjadi sekitar pukul 04.23 WIB. Sesaat setelah informasi gempa diterima, petugas di Operating Control Center (OCC) langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi cepat dengan tim teknis di lapangan. Pengawasan infrastruktur ini turut didukung oleh Seismic Detection Alarm System (SDAS), perangkat sensor yang mencatat serta mengukur dampak getaran gempa terhadap konstruksi perkeretaapian.
Tiga Pengeroyok Bambang Pejompongan Ditangkap di Bogor

Menindaklanjuti data pemantauan, pemeriksaan langsung terhadap prasarana dimulai sekitar pukul 04.30 WIB. Pengecekan lapangan menyasar keandalan rel, sistem persinyalan, bangunan stasiun, hingga fasilitas operasional lainnya guna memastikan lintasan siap dilalui sarana kereta.
3 Pengeroyok Bambang Setiawan 27 Agustus Ditangkap di Babakan Madang

Berdasarkan hasil inspeksi, Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyampaikan bahwa tidak ditemukan kerusakan ataupun kendala teknis yang berdampak pada keselamatan perjalanan, sehingga layanan LRT Jabodebek dapat beroperasi melayani masyarakat sesuai jadwal.






