Indonesia tengah dihadapkan pada sejumlah risiko bencana alam, mulai dari gempa bumi dan erupsi gunung berapi hingga dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Potensi bencana ini menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas operasional dunia usaha.
Dampak Risiko Bencana pada Berbagai Sektor Usaha
ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, menjelaskan bahwa risiko bencana alam serta dampak perubahan iklim berpotensi memengaruhi sejumlah sektor usaha, termasuk perbankan, infrastruktur, energi, hingga agrikultur.
Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

Secara spesifik, bencana alam seperti banjir dan erupsi gunung berapi dapat menghambat kelancaran produksi di sektor pertanian dan perkebunan. Tidak hanya itu, industri yang mengandalkan rantai pasok panjang, seperti sektor manufaktur serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), juga rentan mengalami gangguan akibat dampak bencana dan perubahan iklim tersebut.
Tetangga RI Pertimbangkan Hukuman Kebiri Kimia ke Penjahat Seksual

Pembahasan mengenai langkah dan antisipasi pelaku usaha dalam menghadapi risiko gempa, erupsi, hingga karhutla diulas secara mendalam oleh Andi Shalini bersama ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia pada Rabu (09/09/2026).






