berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Kinerja dan Daya Tahan Industri Manufaktur Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Sri NugrohoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja dan Daya Tahan Industri Manufaktur Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Sektor industri manufaktur merupakan salah satu pilar utama penggerak perekonomian Indonesia. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang terus berlangsung, memantau kesehatan sektor ini menjadi sangat penting bagi para pelaku usaha, investor, dan masyarakat luas. Kementerian Perindustrian secara berkala merilis Indeks Kepercayaan Industri sebagai alat ukur utama untuk melihat apakah sektor manufaktur sedang mengalami pertumbuhan atau justru mengalami penurunan. Laporan terbaru mencatat bahwa sektor industri dalam negeri masih sangat bergairah, yang menunjukkan daya tahan dan aktivitas yang kuat.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Untuk memahami kondisi ini secara mendalam, penting untuk mengetahui cara kerja Indeks Kepercayaan Industri yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian. Indeks ini menggunakan angka 50 sebagai batas acuan atau ambang batas penting. Jika angka indeks berada di atas level 50, hal tersebut menandakan bahwa sektor industri berada dalam status ekspansi atau mengalami pertumbuhan. Sebaliknya, jika angka berada di bawah 50, industri dikategorikan sedang mengalami kontraksi. Pada Juli 2026, Indeks Kepercayaan Industri Indonesia tercatat berada di level 53,10. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,20 poin dibandingkan dengan bulan Juni 2026 yang berada pada level 52,90. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Juli 2025 yang mencatatkan angka 52,89, performa pada Juli 2026 ini juga memperlihatkan capaian yang lebih tinggi.

Kinerja positif Indeks Kepercayaan Industri ditopang oleh tiga variabel utama pembentuk indeks tersebut. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, dari ketiga variabel ini, dua di antaranya masih berada di zona ekspansi, sementara satu variabel lainnya mengalami kontraksi. Variabel pertama adalah pesanan baru, yang mengalami kenaikan sebesar 0,45 poin sehingga mencapai angka 53,80. Variabel kedua adalah tingkat produksi, yang juga masih berada di zona ekspansi dengan mencatatkan angka 54,55. Sementara itu, variabel ketiga yaitu persediaan produk mengalami kontraksi dan berada pada angka 49,18.

Baca Juga

Perkembangan Pendaftaran Industri di Papua Melalui SIINAS dan Potensi Komoditas Unggulan

Perkembangan Pendaftaran Industri di Papua Melalui SIINAS dan Potensi Komoditas Unggulan

Melihat lebih jauh ke dalam struktur industri nasional, Kementerian Perindustrian membagi sektor ini ke dalam 23 subsektor manufaktur domestik. Dari seluruh subsektor tersebut, sebanyak 22 subsektor berhasil mencatatkan nilai di atas angka 50, yang berarti hampir seluruh lini manufaktur berada dalam status ekspansi. Sektor industri minuman serta industri kendaraan bermotor tercatat menjadi subsektor dengan capaian tertinggi. Ke-22 subsektor yang mengalami ekspansi pada Juli 2026 tersebut memiliki peran yang sangat signifikan karena menyumbang 98,6 persen pangsa Produk Domestik Bruto. Di sisi lain, dari 23 subsektor yang ada, hanya satu subsektor yang tercatat mengalami kontraksi, yakni industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.

Selain angka indeks saat ini, prospek industri juga dapat dianalisis melalui persepsi para pelaku usaha mengenai kondisi bisnis saat ini dan proyeksi di masa depan. Dari sisi pelaku usaha, kondisi saat ini dinilai stabil dan membaik dengan adanya peningkatan sebesar 1,1 poin menjadi 77,9 persen. Namun, di tengah kondisi usaha yang membaik tersebut, terdapat penurunan pada tingkat optimisme dunia usaha terhadap kondisi usahanya selama enam bulan ke depan. Optimisme ini mengalami penurunan sebesar 0,8 persen pada Juli 2026 menjadi 67,8 persen.

Baca Juga

Skandal Mafia Beras Nasional Terbongkar, Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih

Skandal Mafia Beras Nasional Terbongkar, Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih

Meskipun terjadi penurunan pada proyeksi enam bulan ke depan, tingkat kepercayaan diri pelaku usaha manufaktur domestik masih tergolong tinggi. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri, menyatakan bahwa tingkat optimisme dunia usaha ini masih kuat karena angkanya tetap bertahan di atas 65 persen, yang berarti mereka masih optimis. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa fondasi industri manufaktur Indonesia masih aktif dan bergairah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Pemantauan terhadap dinamika variabel pembentuk indeks dan kinerja masing-masing subsektor akan terus menjadi indikator penting bagi perekonomian nasional di masa mendatang.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaKemenperinManufakturIndeks Kepercayaan IndustriIKI

Berita Terbaru Lainnya

Kabupaten Banyuasin Resmi Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026Perkembangan Pendaftaran Industri di Papua Melalui SIINAS dan Potensi Komoditas UnggulanSkandal Mafia Beras Nasional Terbongkar, Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah PutihDinamika Pemutusan Hubungan Kerja di Tengah Klaim Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaRespons Presiden Prabowo dan Prosedur Pengisian Jabatan Gubernur Bank Indonesia Pascamundurnya Perry WarjiyoPelabuhan Mesir Dihantam Drone, Menlu Iran Buka Suara dan Imbau KewaspadaanAlasan Mendagri Meminta Partai Politik Menyekolahkan Calon Kepala Daerah Sebelum PilkadaCara Memahami Modus dan Klaster Kasus Korupsi Bupati Pemalang

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Kabupaten Banyuasin Resmi Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026

News

Kabupaten Banyuasin Resmi Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap