Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif menjelang pembukaan perdagangan akhir pekan. Pada perdagangan Kamis (27/8), indeks ditutup menguat 1,81% ke posisi 6.521,75. Penguatan ini ditopang oleh performa solid seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan sektor industri memimpin reli setelah melonjak 3,95%.
Sejumlah saham tercatat menjadi penopang utama (leading movers) kenaikan indeks kemarin. Saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melesat 13,90%, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 6,25%, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 6,54%. Sebaliknya, tekanan indeks datang dari jajaran lagging movers, yakni PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang terkoreksi 2,12%, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) turun 1,84%, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 0,36%.
Sentimen Global dan Arus Modal Asing
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat kompak. Indeks Dow Jones naik 0,20% ke level 53.569, S&P 500 bertambah 0,72% ke 7.730, dan Nasdaq menguat 1,57% menuju 26.541. Sentimen positif luar negeri ini turut tercermin dari ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia yang masing-masing membukukan penguatan sebesar 1,12%.
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Kendati pasar bergerak menguat, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell). Di pasar reguler tercatat net sell senilai Rp113,45 miliar, sedangkan secara keseluruhan pasar mencatatkan net sell mencapai Rp262,11 miliar. Tekanan jual asing terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, meliputi BBRI, TLKM, BBNI, ISAT, ASII, dan BBCA, dengan akumulasi net sell mencapai sekitar Rp539 miliar.
Katalis Saham Hijau dan Kinerja Emiten
Di tengah dinamika perdagangan, BEI resmi meluncurkan IDX Green Equity Designation (IGREEN) pada 28 Agustus 2026. Dalam peluncuran tahap awal ini, saham HGII (Hero Global Investment) dan KEEN (Kencana Energi Lestari) masuk dalam kategori Green Equity, sementara TOBA (TBS Energi Utama) ditempatkan pada kategori Green Equity Transition.
Penetapan IGREEN mensyaratkan emiten memiliki lebih dari 50% pendapatan tahunan dari aktivitas hijau, atau alokasi belanja modal (CAPEX) dan operasional (OPEX) lebih dari 50% untuk emiten pra-pendapatan. Proses penilaian ini dievaluasi secara tahunan serta melibatkan peninjau pihak ketiga independen.
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Selain itu, rilis laporan keuangan paruh pertama 2026 turut memberi sentimen tambahan bagi pelaku pasar. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) mencatat lonjakan laba bersih 301,90% menjadi Rp169,66 miliar pada 1H26 dari sebelumnya Rp42,40 miliar pada 1H25. Pertumbuhan laba tersebut ditopang pendapatan yang naik 39,20% menjadi Rp9,27 triliun, melampaui kenaikan beban pokok penjualan yang tercatat Rp7,24 triliun.
Di sisi lain, PT Rans Entertainmen Indonesia (RANS) membukukan kenaikan laba bersih 10,99% secara tahunan menjadi Rp23,76 miliar pada 1H26 dari Rp21,40 miliar. Capaian laba ini terjadi di tengah penurunan total pendapatan menjadi Rp149 miliar dari Rp171,60 miliar, menyusul penurunan pada lini konten media sosial serta segmen brand ambassador dan manajemen talenta.






