Pertanyaan: Apa latar belakang pengoperasian Rumah Pembibitan Mangrove berbasis teknologi di Desa Bunton, Kabupaten Cilacap?
Jawaban: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menghadirkan inovasi teknologi dalam pelestarian lingkungan melalui fasilitas Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Pengoperasian program ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Langkah strategis tersebut menjadi wujud nyata komitmen PLN EPI dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Program TJSL ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan semata, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Melalui inovasi ini, PLN EPI berupaya menghadirkan solusi modern guna mendukung pemulihan dan kelestarian ekosistem pesisir secara jangka panjang.
Pertanyaan: Bagaimana cara kerja dan keunggulan sistem sirkulasi air berbasis Internet of Things yang diterapkan?
Jawaban: Sistem sirkulasi air yang dipasang di fasilitas pembibitan Desa Bunton memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk meniru pola pasang surut air laut secara alami. Mekanisme ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove. Dalam penerapannya, PLN EPI melengkapi lokasi pembibitan dengan berbagai infrastruktur penunjang, seperti instalasi kelistrikan, pompa air, serta jaringan perpipaan yang terintegrasi secara penuh. Dengan adanya sistem IoT ini, proses pengaliran air dapat berjalan secara otomatis dan terjadwal sesuai kebutuhan harian bibit. Selain itu, seluruh proses dapat dipantau secara digital, sehingga penggunaan air menjadi jauh lebih efisien, kebutuhan pekerjaan manual berkurang secara signifikan, dan proses perawatan bibit dapat berlangsung jauh lebih optimal.
Kejagung Ungkap Progres Penyitaan Aset Kasus Febrie Adriansyah

Pertanyaan: Apa saja manfaat langsung yang dirasakan oleh kelompok pengelola rumah bibit lokal di Desa Bunton?
Jawaban: Selain memfasilitasi pembangunan infrastruktur fisik seperti jaringan perpipaan, pompa air, dan pasokan listrik, PLN EPI juga menyelenggarakan program pelatihan khusus bagi kelompok pengelola rumah bibit setempat. Pelatihan ini ditujukan untuk memastikan para pengelola mampu mengoperasikan serta merawat sistem otomatisasi tersebut secara mandiri dan optimal. Ketua Kelompok Rumah Bibit Mangrove Desa Bunton, Kasiman, menyatakan bahwa inovasi teknologi ini memberikan kemudahan yang sangat signifikan dalam aktivitas harian mereka. Kasiman mengutarakan, "Dengan adanya sistem sirkulasi air berbasis listrik dan IoT, pekerjaan kami menjadi lebih ringan, lebih teratur, dan lebih efisien." Ia juga menambahkan bahwa kemudahan pemantauan kondisi rumah bibit membuat kualitas bibit yang dihasilkan menjadi semakin baik, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha pembibitan.
Pertanyaan: Bagaimana pandangan manajemen PLN EPI dan PLN UP3 Cilacap mengenai integrasi kelistrikan dalam program ini?
KPK Sebut Fahd Arafiq Residivis Korupsi, Pastikan Perberat Hukuman

Jawaban: Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan pada hari Jumat (31/7/2026) bahwa integrasi antara energi listrik dan teknologi digital menjadi kunci utama efisiensi program pelestarian ini. Mamit menegaskan, "Melalui Electrifying Agriculture, PLN EPI menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan pemanfaatan listrik dan digitalisasi agar proses pembibitan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan." Ia juga berharap teknologi tersebut mampu meningkatkan kapasitas kelompok pengelola, memperkuat konservasi pesisir dan penyerapan karbon, serta menciptakan nilai tambah ekonomi. Sementara itu, Manager PLN UP3 Cilacap, Aditya Setyawan, menambahkan bahwa dukungan infrastruktur kelistrikan merupakan fondasi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pada rumah pembibitan mangrove tersebut. Kehadiran listrik diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi lingkungan yang berkelanjutan.
Pertanyaan: Bagaimana tanggapan pemerintah daerah serta seperti apa kondisi kawasan mangrove Desa Bunton saat ini?
Jawaban: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Achmad Nuralaeli, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor ini. Achmad Nuralaeli menilai bahwa sinergi antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir. Menurutnya, penerapan teknologi ini akan mempercepat rehabilitasi ekosistem serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Saat ini, Desa Bunton memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 2,33 hektare yang di dalamnya telah ditanam lebih dari 35 ribu pohon mangrove. Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi abrasi, melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon. Keberadaan rumah pembibitan berteknologi ini diharapkan dapat terus menunjang upaya perbanyakan bibit berkualitas tinggi guna mendukung perluasan dan keberlanjutan ekosistem mangrove di masa mendatang.






