Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I pada Selasa (8/9/2026) di zona hijau. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ditutup menguat 0,84% atau bertambah 55,28 poin ke level 6.674,95, setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di posisi 6.619,67.
Memulai perdagangan dengan dibuka di level 6.639,51, pergerakan IHSG bergerak positif sepanjang paruh pertama hari ini. Indeks sempat menyentuh level terendahnya di 6.636,94 sesaat setelah pembukaan, sebelum terus menanjak dan mencatatkan level tertinggi harian di 6.679,12 jelang jeda siang.
Aktivitas transaksi mencatat volume perdagangan sebesar 21,03 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp8,13 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat berlangsung sebanyak 1,318 juta kali transaksi. Secara keseluruhan, pergerakan saham didominasi tren positif dengan 412 saham menguat, 222 saham melemah, dan 329 saham bergerak mendatar.
Warga Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Dapat Rekening Bank Berbasis NIK

Penguatan indeks ditopang oleh kinerja seluruh sektor saham yang kompak berada di zona hijau. Sektor bahan baku mencatatkan lonjakan tertinggi dengan kenaikan 1,56%, disusul oleh sektor energi yang menguat 0,81%. Kenaikan sektor lainnya mencakup industri (0,77%), finansial (0,76%), konsumer primer (0,73%), kesehatan (0,66%), dan properti (0,53%).
Dari jajaran saham penggerak indeks (leaders), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang utama dengan menyumbang tambahan 8,51 poin indeks. Penguatan ini diikuti oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar 7,45 poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 7,04 poin. Selain itu, kontribusi positif juga datang dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 2,56 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 2,34 poin, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 1,82 poin.
Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Di sisi lain, laju IHSG tertahan oleh pelemahan sejumlah saham (laggards), di antaranya PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang membebani 1,76 poin indeks, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 1,05 poin, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 0,79 poin.
Sentimen positif pasar modal hari ini turut didukung oleh stabilitas makroekonomi domestik dan situasi operasional dalam negeri. Data cadangan devisa Indonesia per Agustus mencatat kenaikan sebesar US$1,2 miliar menjadi US$146,5 miliar dari posisi US$145,3 miliar pada Juli, menandai level tertinggi sejak Maret. Kenaikan cadangan devisa tersebut ditopang oleh penerimaan pajak, jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dengan ketahanan setara 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor beserta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Di samping itu, kembali dibukanya operasional Bandara Soekarno-Hatta dan penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau turut memberikan kepastian bagi iklim aktivitas ekonomi.






