Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan pada hari Jumat (31/7) dengan kinerja yang positif. Indeks saham utama domestik ini terpantau mengalami kenaikan sebesar 30,46 poin atau setara dengan 0,49 persen, yang membawanya parkir di level 6.216 pada pembukaan. Pergerakan awal yang berada di zona hijau ini memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar modal menjelang akhir pekan.
Mengacu pada data yang dipublikasikan oleh RTI Business pada pukul 09.05 WIB, posisi IHSG dibuka menguat pada level 6.219. Dalam pergerakannya di menit-menit awal sesi perdagangan, indeks saham sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.230. Sementara itu, untuk level terendah yang disentuh berada pada posisi 6.214. Kinerja positif ini turut didukung oleh pergerakan mayoritas saham, di mana tercatat sebanyak 329 saham menguat. Di sisi lain, terdapat 160 saham yang mengalami pelemahan, serta 189 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali.
Aktivitas transaksi di pasar modal pada Jumat pagi ini juga menunjukkan angka yang cukup signifikan. Nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan berhasil tercatat di angka Rp10.893,732 triliun. Terkait dengan volume perdagangan, jumlah saham yang diperjualbelikan pada awal sesi ini mencapai 3,18 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi yang terjadi di bursa tercatat sebanyak 157.622 kali, dengan total nilai transaksi keseluruhan yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,13 triliun.
Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

Merespons pergerakan indeks tersebut, Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangannya terkait arah pergerakan IHSG hari ini. Menurut Herditya, pergerakan indeks sebenarnya masih berada di dalam fase koreksi. Meskipun demikian, ia menilai bahwa peluang terjadinya penguatan dalam rentang waktu jangka pendek masih tetap terbuka lebar bagi para investor yang ingin memanfaatkan momentum.
Lebih lanjut, Herditya memproyeksikan bahwa area koreksi untuk IHSG diperkirakan akan berada pada rentang 5.970 hingga 6.029. Namun, apabila indeks mampu mempertahankan tren penguatannya, terdapat peluang bagi IHSG untuk menguji area di kisaran 6.172 hingga 6.219. Pada perdagangan hari ini, Herditya menetapkan level support indeks berada di angka 6.007 dan 5.839, sedangkan untuk level resistance diproyeksikan berada di posisi 6.266 dan 6.377. Sejalan dengan analisis teknikal tersebut, ia memberikan rekomendasi kepada pelaku pasar untuk mencermati sejumlah saham, yang meliputi AADI, BBRI, DEWA, serta TINS.
Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Pandangan mengenai potensi penguatan indeks juga disampaikan oleh Ivan Rosanova, yang merupakan Analis dari Binaartha Sekuritas. Ivan memperkirakan bahwa indeks saham masih memiliki peluang yang cukup baik untuk melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan hari ini. Akan tetapi, ia memberikan catatan khusus bahwa ruang kenaikan bagi indeks tersebut diperkirakan akan berlangsung secara terbatas, sehingga investor tetap perlu menerapkan strategi kehati-hatian.
Secara rinci, Ivan menjelaskan bahwa jika IHSG mampu menembus level resistance minor yang berada di posisi 6.199, maka indeks berpeluang untuk meneruskan kenaikan guna mengisi celah atau gap di area 6.268 hingga 6.306. Kendati demikian, selama posisi indeks masih berada di bawah level 6.400, penguatan yang terjadi diprediksi tetap terbatas dan berpotensi besar akan kembali diikuti oleh koreksi. Untuk pergerakan hari ini, Ivan memprediksi level support IHSG berada di angka 6.020, 5.887, dan 5.752. Sementara itu, level resistance diproyeksikan berada di angka 6.199, 6.545, 6.688, dan 6.835. Sebagai panduan tambahan bagi investor, Ivan merekomendasikan beberapa saham pilihan, yakni AMRT, BBNI, BRPT, dan BUMI.






