Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan performa yang sangat kuat dan ditutup menguat secara signifikan pada akhir sesi perdagangan hari Kamis, 30 Juli 2026. Laju indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut terpantau terus bergerak di zona hijau semenjak bel pembukaan pada pagi hari hingga akhir sesi perdagangan. Penguatan ini menandai dominasi aksi beli yang terjadi hampir di sepanjang waktu perdagangan, sekaligus mengukuhkan posisi indeks di level tertingginya pada hari tersebut.
Berdasarkan data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia, IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan bertengger di level 6.186,36. Angka penutupan ini mencerminkan lonjakan kenaikan sebesar 94,97 poin, atau secara persentase setara dengan penguatan sebesar 1,56 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari perdagangan sebelumnya. Pada penutupan sesi sebelumnya, indeks acuan pasar modal Indonesia ini masih berada pada level 6.091,39. Loncatan angka ini memberikan sinyal positif mengenai kuatnya minat beli dari para partisipan pasar.
Pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan Kamis ini juga tercatat sangat dinamis namun tetap solid berada di area positif. IHSG mengawali langkahnya dengan dibuka pada level 6.110,28, yang mana angka pembukaan tersebut sudah lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. Setelah pembukaan tersebut, indeks bergerak menyusuri rentang batas bawah di level 6.106,55 hingga menyentuh batas atas di level 6.186,36. Posisi penutupan di level 6.186,36 ini menjadi sangat krusial karena merupakan level tertinggi harian yang berhasil dicapai oleh IHSG. Secara teknikal, penutupan di level tertinggi ini menunjukkan bahwa tekanan beli dari para investor masih cukup kuat dan konsisten hingga akhir sesi perdagangan.
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Kenaikan tajam IHSG pada hari Kamis ini sejalan dengan mayoritas pergerakan saham yang didominasi oleh penguatan. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari lima ratus saham berhasil mencatatkan kinerja positif. Secara rincian, sebanyak 511 saham dilaporkan naik ke zona hijau dan mendorong indeks ke level tertingginya. Sementara itu, hanya terdapat 171 saham yang mengalami pelemahan atau masuk ke zona merah. Di sisi lain, sebanyak 281 saham lainnya ditutup stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dominasi saham yang menghijau ini menjadi fondasi utama kokohnya laju IHSG.
Aktivitas transaksi di lantai bursa juga terpantau sangat semarak, yang tercermin dari tingginya volume maupun nilai perdagangan. Nilai transaksi yang dibukukan di seluruh pasar sepanjang hari tersebut mencapai angka Rp12,43 triliun. Pencapaian nilai transaksi ini didukung oleh perputaran volume perdagangan yang sangat besar, yakni mencapai 25,37 miliar lembar saham. Seluruh saham tersebut berpindah tangan melalui frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 1,729 juta kali oleh para pelaku pasar. Tingginya aktivitas jual beli saham ini pada akhirnya turut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia secara keseluruhan. Pada penutupan perdagangan, total kapitalisasi pasar tercatat telah mencapai kisaran angka Rp10.812 triliun.
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Penguatan laju IHSG yang terbilang solid sepanjang hari ini tidak terlepas dari dukungan kuat emiten-emiten di sektor perbankan. Saham-saham bank berkapitalisasi pasar jumbo menjadi motor penggerak utama yang menopang indeks. Berdasarkan data perdagangan, saham BBCA tercatat sebagai salah satu pemimpin penguatan di kelompok perbankan dengan mencatatkan persentase kenaikan sebesar 2,79 persen. Kenaikan tertinggi ini memberikan dorongan yang sangat masif terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.
Langkah penguatan yang dipimpin oleh saham BBCA tersebut juga diikuti dengan sangat baik oleh saham-saham perbankan besar lainnya. Saham BBNI terpantau berhasil melonjak naik dan ditutup dengan penguatan sebesar 2,6 persen. Tidak ketinggalan, saham BBRI juga memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan kenaikan harga sebesar 2,4 persen pada akhir sesi perdagangan. Melengkapi jajaran saham perbankan yang menghijau, saham BMRI turut terapresiasi dengan kenaikan sebesar 1,71 persen. Kinerja impresif dan serempak dari jajaran saham perbankan ini membuktikan besarnya minat investor terhadap sektor finansial pada perdagangan hari tersebut.






