berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekonom CORE Indonesia Sebut Mayoritas Tekanan terhadap Rupiah Bersumber dari Faktor Domestik

Yolanda RumbayanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonom CORE Indonesia Sebut Mayoritas Tekanan terhadap Rupiah Bersumber dari Faktor Domestik
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini dinilai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam negeri dibandingkan dengan gejolak perekonomian global. Kondisi pergerakan mata uang ini menjadi sorotan utama di kalangan pelaku pasar karena kinerja rupiah masih tercatat sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia. Fenomena fluktuasi mata uang ini terus dianalisis oleh berbagai pakar ekonomi untuk mengetahui sumber tekanan utamanya, guna memahami apakah pemicunya murni dari ketidakpastian pasar keuangan dunia atau justru dari kondisi fundamental di dalam negeri.

Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, memaparkan analisis mendalamnya terkait proporsi tekanan yang sedang dialami oleh mata uang rupiah. Dalam pemaparannya pada forum CORE Midyear Economic Review yang diselenggarakan pada Rabu (29/7/2026), ia secara gamblang memperkirakan bahwa sebagian besar tekanan terhadap nilai tukar rupiah sebenarnya bersumber dari kondisi domestik. Berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, sekitar 60 persen hingga 70 persen dari total tekanan terhadap pergerakan rupiah berasal dari faktor domestik. Sementara itu, faktor global diperkirakan hanya memberikan kontribusi tekanan sekitar 30 persen hingga 40 persen.

Menurut Dipo Satria Ramli, dominasi faktor domestik ini dapat terlihat secara jelas dari pergerakan nilai tukar rupiah yang tampak tertinggal apabila dibandingkan dengan mata uang negara-negara tetangga di kawasan Asia. Ia menjelaskan bahwa jika tekanan terhadap nilai tukar murni hanya berasal dari faktor global, maka seharusnya mata uang di seluruh kawasan Asia mengalami tren pelemahan dengan pola yang relatif serupa dan sejalan. Namun, dinamika pasar valuta asing saat ini justru menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik antara Indonesia dan negara-negara tetangga di kawasan tersebut.

Baca Juga

Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Kondisi riil yang terjadi di pasar saat ini memperlihatkan tren yang sangat berbeda di beberapa negara Asia Tenggara. Mata uang dari negara tetangga seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga peso Filipina dilaporkan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Di saat mata uang negara lain mulai bangkit, nilai tukar rupiah masih terus tertahan di dalam tren pelemahan yang cukup panjang. Dipo menyebutkan bahwa beberapa laporan bahkan menempatkan rupiah ke dalam kelompok tiga mata uang dengan kinerja terburuk, yang semakin mengonfirmasi besarnya pengaruh sentimen internal.

Meskipun porsi pengaruhnya dinilai lebih kecil dibandingkan dengan sentimen dalam negeri, faktor eksternal atau global tetap diakui memberikan tekanan yang nyata terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Tekanan yang bersumber dari luar negeri ini terutama disalurkan melalui arah kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, yakni Federal Reserve atau yang sering disebut The Fed. Kebijakan moneter yang diambil oleh The Fed memiliki dampak langsung terhadap dinamika arus modal global, yang pada akhirnya turut memengaruhi likuiditas serta memicu volatilitas aliran dana asing di pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga

Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Beralih ke sisi domestik yang menjadi penyumbang tekanan terbesar, persepsi pelaku pasar terhadap independensi Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu faktor krusial yang sangat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Kredibilitas bank sentral dalam menjalankan kebijakan moneternya secara mandiri selalu menjadi perhatian utama bagi para investor, baik domestik maupun asing. Pandangan atau persepsi pasar terhadap sejauh mana Bank Indonesia dapat beroperasi merumuskan kebijakan moneter tanpa adanya intervensi sangat menentukan tingkat kepercayaan investor terhadap aset-aset investasi berdenominasi rupiah.

Lebih lanjut, kekhawatiran di kalangan pelaku pasar keuangan juga dipicu oleh adanya perubahan tata kelola kelembagaan setelah berlakunya revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Perubahan aturan dalam tata kelola ini secara nyata memunculkan kecemasan bagi sebagian pelaku pasar mengenai perluasan peran pemerintah. Terdapat kekhawatiran mendalam mengenai potensi munculnya dominasi fiskal atau fiscal dominance, di mana kebijakan fiskal yang dijalankan oleh pemerintah dinilai berpotensi menjadi lebih dominan dibandingkan dengan kebijakan moneter yang dijalankan oleh bank sentral. Sentimen-sentimen kekhawatiran dari dalam negeri inilah yang pada akhirnya memberikan bobot tekanan paling besar bagi pelemahan nilai tukar rupiah.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaRupiahBank IndonesiaUU P2SKNilai TukarCORE Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan GempaBantuan 19 Ton Dikirim untuk Korban Gempa NTTIsi BBM Antre di Makassar, Siswa Sekolah Terpaksa Belajar Jarak JauhPengeroyok Bambang Setiawan di 27 Agustus Terancam 12 Tahun PenjaraPolisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Bambang Setiawan di PejomponganAyah di Subang Ditangkap Polisi, Diduga Perkosa Anak Kandung Selama 4 TahunCara Pengusaha Hadapi Risiko Bencana Alam dan Perubahan IklimPramono Teken Pergub Pembentukan LPDP Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap