Membangun kemandirian ekonomi dan merintis usaha baru memerlukan persiapan yang matang serta pembekalan keterampilan yang memadai. Proses persiapan ini dapat dipelajari dari langkah-langkah nyata yang diterapkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Baru-baru ini, institusi tersebut berhasil mencetak 30 warga binaan sebagai calon pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang sablon. Program pelatihan bersertifikat ini sengaja digelar untuk mendorong lahirnya berbagai produk yang bernilai ekonomi sekaligus membangun kemandirian para peserta setelah masa pidana mereka usai. Penyerahan sertifikat kelulusan bagi para peserta dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, di Banjarmasin pada hari Kamis. Bagi masyarakat luas yang juga tertarik untuk merintis usaha serupa, pendekatan program pembinaan ini menawarkan panduan langkah demi langkah tentang cara mempersiapkan diri menjadi pelaku UMKM sablon yang mandiri dan berdaya saing.








