berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Memahami Aturan Harga dan Ketersediaan Biosolar B50 di SPBU Pertamina

Bambang SetiawanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Memahami Aturan Harga dan Ketersediaan Biosolar B50 di SPBU Pertamina
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia secara resmi telah meluncurkan bahan bakar minyak jenis Biosolar B50, yaitu campuran bahan bakar Solar yang mengandung 50 persen minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Langkah ini merupakan peningkatan langsung dari kebijakan sebelumnya yang menggunakan campuran 40 persen biodiesel, atau yang lebih dikenal dengan sebutan B40. Kebijakan pembaruan komposisi ini diterapkan sebagai agenda strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi, menjaga kedaulatan energi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, serta secara efektif menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak. Selain itu, penggunaan bahan bakar B50 ini diproyeksikan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dengan mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) hingga mencapai sekitar 44 juta metrik ton. Bagi masyarakat umum dan pelaku industri, sangat penting untuk memahami cara memantau ketersediaan, penyesuaian tarif, serta ketentuan penggunaan bahan bakar baru ini di lapangan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah pertama untuk beradaptasi dengan kebijakan baru ini adalah memantau secara aktif ketersediaan Biosolar B50 di jaringan stasiun pengisian bahan bakar terdekat. Sejak implementasi awal dimulai pada 1 Juli 2026, PT Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa sebanyak 82 persen SPBU Pertamina telah menyalurkan Biosolar B50 kepada masyarakat. Menurut keterangan dari Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, pasokan bahan bakar campuran minyak sawit ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara penuh. Pihaknya memproyeksikan ketersediaan Biosolar B50 akan mencapai 100 persen pada bulan September mendatang. Konsumen dan pelaku usaha dapat langsung mendatangi jaringan SPBU Pertamina untuk memastikan apakah pasokan Biosolar B50 sudah tersedia untuk memenuhi kebutuhan kendaraan maupun operasional harian di wilayah mereka.

Langkah kedua adalah memahami secara rinci struktur harga Biosolar B50 yang berlaku bagi konsumen rumah tangga maupun sektor industri. Untuk kategori Biosolar bersubsidi yang dialokasikan khusus bagi konsumsi domestik, pemerintah menetapkan bahwa harganya pada dasarnya sama dengan harga bahan bakar Solar subsidi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Harga Biosolar B50 bersubsidi tetap dibanderol sebesar Rp6.800 per liter. Ketetapan harga subsidi yang tidak berubah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih membutuhkan bantuan energi dari negara. Sementara itu, untuk Biosolar B50 kategori non-subsidi, penetapan harga akan ditentukan secara mandiri oleh masing-masing badan usaha penyalur. Harga tersebut harus mengacu pada formula resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Baca Juga

Daftar Harga BBM Resmi di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

Daftar Harga BBM Resmi di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

Langkah ketiga adalah mencermati komponen-komponen utama pembentuk harga keekonomian Biosolar B50 non-subsidi. Harga keekonomian bahan bakar ini dihitung berdasarkan perpaduan antara harga keekonomian minyak Solar konvensional dan harga biodiesel atau FAME. Saat ini, harga keekonomian minyak Solar di pasaran berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter. Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel untuk periode Juli 2026 sebesar Rp14.562 per liter, yang nantinya akan ditambah dengan biaya ongkos angkut. Besaran ongkos angkut tersebut tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan diatur secara resmi dengan mengikuti Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Untuk memahami lebih dalam, langkah keempat adalah mengetahui indikator pasar yang memengaruhi penetapan HIP biodiesel tersebut. Penetapan harga ini dipengaruhi oleh beberapa indikator yang tercatat pada periode 25 Mei hingga 24 Juni 2026. Indikator utama tersebut meliputi rata-rata harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) KPB yang tercatat sebesar Rp15.217 per kilogram. Selain itu, perhitungan formula harga juga menggunakan nilai konversi bahan baku biodiesel yang ditetapkan sebesar 85 dolar AS per metrik ton, dan faktor konversi dari satuan kilogram ke liter sebesar 870 kg/m3. Perhitungan ini juga mengacu pada rata-rata kurs tengah Bank Indonesia yang berada di angka Rp17.895 per dolar AS untuk periode yang sama. Dengan mencermati komponen-komponen indikator ini, para pelaku usaha dapat memproyeksikan fluktuasi harga Biosolar non-subsidi di masa mendatang secara lebih akurat.

Baca Juga

Panduan Larangan Pemutusan Hubungan Kerja PPPK di Daerah dan Solusi Pemenuhan Anggaran

Panduan Larangan Pemutusan Hubungan Kerja PPPK di Daerah dan Solusi Pemenuhan Anggaran

Langkah terakhir adalah memastikan kesesuaian dan kewajiban penggunaan Biosolar B50 pada sektor usaha yang Anda jalankan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pencampuran FAME sebesar 50 persen pada minyak Solar ini berlaku secara luas di berbagai sektor, termasuk untuk penggunaan bahan bakar non-subsidi. Sektor-sektor yang diwajibkan menggunakan bahan bakar Biosolar B50 ini meliputi industri pertambangan, sektor pertanian, perikanan dan kelautan, transportasi perkeretaapian, hingga moda transportasi laut. Dengan mematuhi ketentuan di masing-masing sektor ini, para pelaku industri tidak hanya menjaga kelancaran operasional bisnis mereka, tetapi juga berkontribusi langsung pada program kedaulatan energi nasional dan upaya penurunan emisi karbon di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

EnergiBBMPertaminaBiosolar B50Harga BBM

Berita Terbaru Lainnya

Putusan Mahkamah Konstitusi, Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana PendidikanRangkaian Agenda Safari Politik Joko Widodo di Nusa Tenggara TimurDaftar Harga BBM Resmi di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVOPanduan Larangan Pemutusan Hubungan Kerja PPPK di Daerah dan Solusi Pemenuhan AnggaranKronologi Kasus Pembunuhan Wanita di Kamar Indekos Grogol PetamburanMemahami Kronologi dan Motif Kasus Pembunuhan di Kos Grogol PetamburanDilema Kesejahteraan dan Integritas Hakim, Memahami Sistem Pengawasan Etik di IndonesiaBursa Saham Asia Menguat, Indeks Kospi Melonjak Ditopang Sektor Teknologi

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Rangkaian Agenda Safari Politik Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur

Politik

Rangkaian Agenda Safari Politik Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap