Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan rudal balistik berskala besar yang menargetkan barak Marinir Amerika Serikat di Camp Titin, dekat Aqaba, Yordania. Operasi balasan ini diluncurkan Teheran menyusul gempuran udara militer AS di wilayah Iran selatan yang menghantam permukiman dan acara pernikahan warga sipil.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim bahwa gempuran rudal ke Camp Titin menewaskan sejumlah besar pasukan AS serta menghancurkan beberapa instalasi pertahanan dan helikopter serang. IRGC juga mengumumkan pengerahan sistem pertahanan kedirgantaraan baru yang diklaim telah menembak jatuh drone intai MQ-9 milik AS yang ke-50. Hingga kabar ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Washington maupun militer AS terkait klaim korban dan kerusakan di pangkalan tersebut.
Skandal Kecurangan Ujian Terungkap, 3.868 Pejabat Pemerintah Daerah Dipecat

Eskalasi militer ini memuncak tajam setelah serangan udara AS dilaporkan mengenai lokasi perayaan pernikahan di Sirik. Rekaman video yang disiarkan lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, memperlihatkan puing-puing berserakan dan kerusakan berat di lokasi pesta. Berdasarkan data Bulan Sabit Merah Iran, pecahan proyektil rudal AS menghantam sebuah rumah tinggal di Kuhestak, Sirik, Provinsi Hormozgan, yang mengakibatkan empat orang tewas鈥攖ermasuk seorang anak kecil鈥攄an lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi lewat platform media sosial X bahwa pasukan AS mulai menggempur sejumlah target IRGC di Iran. CENTCOM menyatakan langkah tersebut diambil setelah adanya upaya serangan dari pihak IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta personel militer AS yang bertugas di kawasan regional.
Potret Keluarga Suriah Mencari Nafkah dari Garam Gurun di Sabkhat al-Muh

Pihak IRGC menegaskan bahwa gempuran yang dilancarkan militer AS ke wilayah sipil memicu efek bumerang dan secara strategis justru memperketat blokade di Selat Hormuz.






