Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan menjadi fokus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus diintensifkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk mempercepat pencarian sumber api yang tersembunyi di dalam tanah, satgas gabungan kini mulai mengerahkan teknologi kamera thermal, sembari memprioritaskan pemadaman di zona Ring 1 seperti permukiman dan area bandara.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melaporkan, di Sumatera Selatan terpantau sebanyak 13 titik api yang memicu penurunan jarak pandang hingga di bawah 2 kilometer. Kendati demikian, kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung normal dengan anjuran penggunaan masker bagi siswa.
Penanganan karhutla di Sumatera Selatan melibatkan Satgas Darat di lima wilayah prioritas, yaitu Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Jalur udara juga diperkuat melalui pemadaman water bombing menggunakan 4 unit helikopter yang telah menuntaskan 7 sorti serta menumpahkan 792.000 liter air. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah ini belum dapat dilaksanakan karena tidak adanya potensi bibit awan di atmosfer.
Kemedikdasmen Dijatah Rp61 Triliun di 2027, Minta Tambah Rp157 Triliun

Sementara itu, pemantauan di Kalimantan Selatan mencatat 13 titik panas dengan penurunan jarak pandang di bawah 3 kilometer dan kualitas udara yang sempat menyentuh kategori berbahaya. Dampaknya, sejumlah sekolah mulai memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara kondisional.
Operasi pemadaman masif di Kalsel menyasar 10 daerah, meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Kota Banjarbaru. Sebanyak 5 unit helikopter dikerahkan dalam 11 sorti water bombing untuk mengguyur 1.328.000 liter air, yang telah berhasil memadamkan area seluas lebih dari 60 hektare.
Prabowo Panggil Kapolri-Panglima TNI, Soroti Penanganan Kebakaran Hutan

Penanggulangan karhutla di berbagai wilayah terdampak terus berjalan melalui koordinasi erat antara BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat.






