Arus modal investor asing di Bursa Efek Indonesia masih mencatatkan tekanan jual pada perdagangan sesi I, Jumat (28/8/2026). Meski demikian, di balik aksi jual bersih secara agregat tersebut, aliran dana asing justru terpantau mulai masuk dan mengoleksi sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, total nilai beli asing (foreign buy) pada paruh pertama perdagangan mencapai Rp2,08 triliun, sementara nilai jual asing (foreign sell) menyentuh Rp2,21 triliun. Selisih transaksi tersebut membuat pemodal nonresiden membukukan jual bersih (net foreign sell) senilai Rp125,08 miliar di seluruh pasar.
Menariknya, pelepasan portofolio asing ini tidak menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ditutup menguat 0,42 persen ke posisi 6.548,86 pada akhir sesi I, terutama didorong oleh ketahanan saham-saham sektor finansial.
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Perbankan Jadi Sasaran Akumulasi
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp358,24 miliar. Selain BBCA, saham perbankan pelat merah turut menjadi incaran, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net foreign buy sebesar Rp80,86 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp28,23 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp25,34 miliar.
Di luar sektor keuangan, saham emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatatkan akumulasi beli bersih asing yang signifikan, yakni sebesar Rp89,86 miliar.
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Tekanan Jual Terkonsentrasi di Saham Tertentu
Di sisi lain, total net sell asing pada sesi pertama sebagian besar dipicu oleh aksi lepas barang pada saham sektor teknologi dan komoditas. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten dengan tekanan jual asing terbesar, mencatatkan foreign net sell hingga Rp134,90 miliar.
Penjualan bersih pemodal luar negeri juga tertuju pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp87,85 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) senilai Rp62,62 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp44,86 miliar.






