berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Arah Kebijakan Bank Indonesia Pasca Mundurnya Perry Warjiyo

Fitri KaraengDiterbitkan 31 Jul 2026 - 19.52 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Arah Kebijakan Bank Indonesia Pasca Mundurnya Perry Warjiyo
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Stabilitas kepemimpinan di bank sentral merupakan salah satu pilar paling penting bagi kepastian pasar keuangan nasional dan perekonomian secara keseluruhan. Menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, kini Destry Damayanti secara resmi mengemban tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Di tengah masa transisi kepemimpinan yang krusial ini, Bank Indonesia memastikan bahwa arah kebijakan bank sentral sama sekali tidak akan mengalami perubahan atau pergeseran. Kepastian ini diberikan secara tegas untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memberikan sinyal positif kepada para pelaku pasar, terutama di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global yang masih terus membayangi.

Mekanisme penunjukan Pejabat Gubernur Sementara ini berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di tanah air untuk menjamin kelancaran operasional bank sentral. Berdasarkan Undang-Undang Bank Indonesia, ketika posisi gubernur mengalami kekosongan, maka pejabat yang menduduki posisi Deputi Gubernur Senior secara otomatis akan menjalankan tugas-tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Tugas dan tanggung jawab ini akan terus diemban oleh Destry Damayanti hingga seluruh proses penunjukan serta penetapan gubernur definitif yang baru selesai dilakukan. Penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan dan kelancaran transisi kepemimpinan ini disampaikan secara langsung oleh Destry Damayanti melalui jaringan daring dalam kegiatan Editors Briefing yang diselenggarakan di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam pemaparannya pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa prioritas utama Bank Indonesia di bawah kepemimpinan sementara ini tetap difokuskan pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pengendalian tingkat inflasi. Mengingat tingginya ketidakpastian ekonomi global yang dihadapi saat ini, Bank Indonesia akan terus aktif dan konsisten melakukan intervensi di pasar keuangan domestik. Intervensi pasar tersebut akan tetap dilaksanakan melalui tiga instrumen utama yang selama ini dioptimalkan, yaitu pasar spot, non-deliverable forward, serta domestic non-deliverable forward. Selain melakukan intervensi untuk meredam volatilitas nilai tukar, bank sentral juga terus menjalankan kebijakan strategis untuk menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri guna memperkuat sektor eksternal, termasuk cadangan devisa serta neraca pembayaran.

Baca Juga

Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

Selain berupaya keras menjaga nilai tukar rupiah dari dampak fluktuasi perekonomian global, pengendalian inflasi di dalam negeri juga menjadi fokus utama yang tidak kalah penting bagi bank sentral. Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus memperkuat pengendalian laju inflasi, khususnya yang berkaitan erat dengan inflasi pangan. Upaya pengendalian inflasi ini akan terus diimplementasikan melalui kerja sama dan sinergi yang erat dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Langkah konkret yang akan terus dijalankan secara berkesinambungan meliputi penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, serta pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis di berbagai wilayah.

Untuk mendukung sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap bergerak pada jalur yang positif, Bank Indonesia juga tetap mempertahankan arah kebijakan makroprudensial yang bersifat akomodatif. Kebijakan ini diwujudkan melalui langkah strategis berupa pemberian insentif bagi lembaga perbankan yang secara aktif menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas yang telah ditentukan oleh bank sentral. Sektor-sektor prioritas yang berhak menerima dukungan insentif ini mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor ekonomi syariah yang terus berkembang, serta pengembangan ekonomi hijau yang ramah lingkungan.

Baca Juga

Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Seluruh langkah, instrumen, dan kebijakan strategis ini disadari tidak dapat berjalan secara optimal tanpa adanya kerja sama lintas sektoral yang kuat dan berkesinambungan. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan terus mempererat sinergi dan koordinasi dengan berbagai lembaga otoritas keuangan lainnya di Indonesia. Sinergi ini akan terus diperkuat bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Melalui kolaborasi yang solid antarlembaga ini, stabilitas sistem keuangan nasional diharapkan dapat terus terjaga dengan baik dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa transisi kepemimpinan berlangsung.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahBank IndonesiaPerry WarjiyoDestry DamayantiKebijakan Moneter

Berita Terbaru Lainnya

Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan GempaBantuan 19 Ton Dikirim untuk Korban Gempa NTTIsi BBM Antre di Makassar, Siswa Sekolah Terpaksa Belajar Jarak JauhPengeroyok Bambang Setiawan di 27 Agustus Terancam 12 Tahun PenjaraPolisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Bambang Setiawan di PejomponganAyah di Subang Ditangkap Polisi, Diduga Perkosa Anak Kandung Selama 4 TahunCara Pengusaha Hadapi Risiko Bencana Alam dan Perubahan IklimPramono Teken Pergub Pembentukan LPDP Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap