Stabilitas kepemimpinan di bank sentral merupakan salah satu pilar paling penting bagi kepastian pasar keuangan nasional dan perekonomian secara keseluruhan. Menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, kini Destry Damayanti secara resmi mengemban tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Di tengah masa transisi kepemimpinan yang krusial ini, Bank Indonesia memastikan bahwa arah kebijakan bank sentral sama sekali tidak akan mengalami perubahan atau pergeseran. Kepastian ini diberikan secara tegas untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memberikan sinyal positif kepada para pelaku pasar, terutama di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global yang masih terus membayangi.
Mekanisme penunjukan Pejabat Gubernur Sementara ini berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di tanah air untuk menjamin kelancaran operasional bank sentral. Berdasarkan Undang-Undang Bank Indonesia, ketika posisi gubernur mengalami kekosongan, maka pejabat yang menduduki posisi Deputi Gubernur Senior secara otomatis akan menjalankan tugas-tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Tugas dan tanggung jawab ini akan terus diemban oleh Destry Damayanti hingga seluruh proses penunjukan serta penetapan gubernur definitif yang baru selesai dilakukan. Penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan dan kelancaran transisi kepemimpinan ini disampaikan secara langsung oleh Destry Damayanti melalui jaringan daring dalam kegiatan Editors Briefing yang diselenggarakan di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam pemaparannya pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa prioritas utama Bank Indonesia di bawah kepemimpinan sementara ini tetap difokuskan pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pengendalian tingkat inflasi. Mengingat tingginya ketidakpastian ekonomi global yang dihadapi saat ini, Bank Indonesia akan terus aktif dan konsisten melakukan intervensi di pasar keuangan domestik. Intervensi pasar tersebut akan tetap dilaksanakan melalui tiga instrumen utama yang selama ini dioptimalkan, yaitu pasar spot, non-deliverable forward, serta domestic non-deliverable forward. Selain melakukan intervensi untuk meredam volatilitas nilai tukar, bank sentral juga terus menjalankan kebijakan strategis untuk menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri guna memperkuat sektor eksternal, termasuk cadangan devisa serta neraca pembayaran.
Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

Selain berupaya keras menjaga nilai tukar rupiah dari dampak fluktuasi perekonomian global, pengendalian inflasi di dalam negeri juga menjadi fokus utama yang tidak kalah penting bagi bank sentral. Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus memperkuat pengendalian laju inflasi, khususnya yang berkaitan erat dengan inflasi pangan. Upaya pengendalian inflasi ini akan terus diimplementasikan melalui kerja sama dan sinergi yang erat dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Langkah konkret yang akan terus dijalankan secara berkesinambungan meliputi penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, serta pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis di berbagai wilayah.
Untuk mendukung sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap bergerak pada jalur yang positif, Bank Indonesia juga tetap mempertahankan arah kebijakan makroprudensial yang bersifat akomodatif. Kebijakan ini diwujudkan melalui langkah strategis berupa pemberian insentif bagi lembaga perbankan yang secara aktif menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas yang telah ditentukan oleh bank sentral. Sektor-sektor prioritas yang berhak menerima dukungan insentif ini mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor ekonomi syariah yang terus berkembang, serta pengembangan ekonomi hijau yang ramah lingkungan.
Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Seluruh langkah, instrumen, dan kebijakan strategis ini disadari tidak dapat berjalan secara optimal tanpa adanya kerja sama lintas sektoral yang kuat dan berkesinambungan. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan terus mempererat sinergi dan koordinasi dengan berbagai lembaga otoritas keuangan lainnya di Indonesia. Sinergi ini akan terus diperkuat bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Melalui kolaborasi yang solid antarlembaga ini, stabilitas sistem keuangan nasional diharapkan dapat terus terjaga dengan baik dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa transisi kepemimpinan berlangsung.






