Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pengisian saldo awal sebesar Rp50 ribu untuk rekening perbankan masyarakat akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan hasil perhitungan awal pemerintah, total anggaran yang dibutuhkan untuk mendanai program kepemilikan rekening bagi warga tersebut diperkirakan mencapai Rp11 triliun.
Airlangga menegaskan bahwa realisasi anggaran itu tidak akan dikucurkan sekaligus dalam satu waktu. Skema pendanaan dan distribusi saldo perbankan ini masih akan dibahas lebih mendalam karena proses pelaksanaannya direncanakan berjalan secara bertahap.
"Anggaran nanti kita bahas, karena kan enggak semuanya langsung segitu. Kan nanti itunya secara bertahap," ujar Airlangga.
Pembukaan Rekening Otomatis Berbasis Data Dukcapil
Dalam rencana program ini, rekening bank akan diberikan secara otomatis kepada seluruh masyarakat yang telah menginjak usia 17 tahun dan mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Proses pembuatan rekening tersebut didasarkan pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan memanfaatkan basis data resmi dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Purbaya Pastikan Anggaran Subsidi BBM Aman Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

Pemerintah memproyeksikan penyaluran dana awal Rp50 ribu ini dilakukan melalui pembukaan rekening di dua bank perbankan nasional, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Rencana pengintegrasian kepemilikan KTP baru dengan buku rekening ini sebelumnya dipaparkan langsung oleh Airlangga dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta.
"Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran," ungkap Airlangga pada forum IAEI tersebut.
Kesiapan Cadangan Belanja Kas Negara
Mengenai beban fiskal pada APBN, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa skema pembiayaan saldo awal masyarakat ini masih terus dikaji dan berada dalam tahap pembahasan internal pemerintah.
IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 6.678 pada Rabu Sore

Purbaya menilai kondisi kas keuangan negara saat ini masih memungkinkan untuk menampung pembiayaan program itu. Menurutnya, pemerintah memiliki pos cadangan belanja negara yang selalu dialokasikan dan dinilai dapat mengakomodasi kebutuhan anggaran tersebut.
"Kan kita ada cadangan belanja juga ada, cadangan belanja negara ada, selalu ada. Saya lihat masih masuk," tutur Purbaya mengenai potensi dukungan APBN dalam program pembukaan rekening warga.






