Operasi pencarian dan penyelamatan korban kebakaran kapal feri M/V June Aster di dekat perairan Palawan, Filipina, terhambat oleh cuaca buruk dan kondisi laut yang ekstrem. Peristiwa kebakaran hebat tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, 42 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 87 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard/PCG) terus berupaya memadamkan kobaran api sekaligus menyisir kawasan perairan di sekitar lokasi musibah. Namun, derasnya arus laut menjadi rintangan serius bagi tim SAR di lapangan. Kuatnya arus bahkan telah menyeret bangkai kapal yang semula berada di jarak empat mil laut di lepas pantai Barangay Turda hingga kini terbawa sejauh 7,68 mil laut.
Usai Kebakaran Hebat, Desa Adat Sade Memilih Bangkit

Dalam pelaksanaan operasi SAR, PCG menerapkan pendekatan menyeluruh (whole-of-government approach) dengan melibatkan lintas instansi serta partisipasi aktif dari komunitas nelayan relawan lokal di sekitar Palawan.
Ramalan Shio Naga, Ular, Kuda, dan Kambing Kamis, 10 September 2026

Otoritas penjaga pantai juga mengimbau pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor kepada pihak berwenang. Langkah pelaporan ini diperlukan guna memastikan validitas serta keakuratan data seluruh penumpang yang terdampak insiden kebakaran kapal tersebut.






