Kawasan permukiman tradisional Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai menata kembali kehidupannya setelah dilanda kebakaran hebat pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 20.30 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan hampir seluruh area permukiman adat beserta harta benda warga setempat.
Berdasarkan data lapangan, kobaran api merusak sedikitnya 78 bangunan di perkampungan cagar budaya tersebut. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mencatat total kerugian materiel akibat bencana ini mencapai Rp33,84 miliar, serta berdampak langsung terhadap penghidupan 320 pelaku wisata lokal.
Cerita Rafki, Menembus Sungai hingga Pegunungan Demi Bantu Korban Gempa NTT

Di tengah duka yang tersisa, warga setempat memilih bangkit dengan memulai tahapan rekonstruksi fisik secara swadaya dan bergotong royong. Salah seorang warga Dusun Sade, Itok Sanadi (38), menjelaskan bahwa proses pembangunan kembali rumah-rumah warga diperkirakan memakan waktu paling lambat sekitar dua bulan. Meski pengerjaan telah berjalan, masyarakat menghadapi tantangan teknis berupa pembuatan atap bangunan berbahan tradisional alang-alang yang memerlukan waktu pengerjaan relatif lebih lama guna menjaga keaslian arsitektur leluhur.
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Dilanjutkan Pagi Ini

Upaya pemulihan pascabencana juga mendapat perhatian dari tingkat pusat. Kementerian Kebudayaan tengah mengkaji skema rekonstruksi Desa Adat Sade dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar yang diprioritaskan pada sistem mitigasi bencana. Dukungan akselerasi rehabilitasi turut disuarakan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra, yang mendorong percepatan penanganan tanpa mengesampingkan nilai sakral adat setempat. Sejalan dengan langkah tersebut, ICPI menekankan urgensi pelestarian aset budaya serta dokumentasi warisan sejarah dalam setiap tahapan rekonstruksi.






