Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada tahun ini masih berada dalam posisi aman, meskipun harga minyak mentah dunia terus mengalami tren kenaikan.
Sebelumnya, Purbaya juga telah memastikan bahwa anggaran negara memiliki kapasitas memadai untuk menjaga harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 di tengah lonjakan harga energi global. Dalam menghadapi berbagai dinamika dan tekanan pasar, pemerintah telah menghitung sejumlah skenario pergerakan harga minyak mentah serta menyiapkan bantalan fiskal yang diperlukan.
Selain memastikan ketahanan anggaran tahun berjalan, pemerintah turut menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna menjaga kesinambungan anggaran. Upaya ini disiapkan sebagai mitigasi risiko apabila harga minyak dunia kembali melonjak pada 2027 akibat eskalasi geopolitik internasional.
IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 6.678 pada Rabu Sore

Tekanan pada pasar energi global tercermin dari harga minyak mentah Brent yang sempat menembus US$100 per barel pada perdagangan Rabu (9/9). Capaian tersebut menandai level tertinggi harga minyak Brent sejak Juli 2026. Pada awal sesi perdagangan, Brent tercatat melonjak sebesar 2,3 persen hingga menyentuh angka US$100 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), juga mengalami penguatan sebesar 1,3 persen hingga berada di kisaran US$94 per barel. Kenaikan sepanjang tahun ini membuat harga acuan minyak mentah Brent dan WTI telah melonjak lebih dari 60 persen.
Kisah Kepala Unit BRI Temani UMKM Rantau Prapat Naik Kelas

Lonjakan harga komoditas energi tersebut dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memperbesar kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah global. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) melaporkan bahwa pasukannya telah melakukan serangan terhadap empat kapal tanker Iran di Teluk Oman serta satu kapal tanker lainnya di dekat Pulau Kharg.
Pulau Kharg merupakan salah satu fasilitas dan pusat penting bagi aktivitas ekspor minyak Iran. Munculnya gangguan di wilayah perairan tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran arus pasokan dan ekspor minyak dari Iran ke pasar global, yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.






