Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap sebuah kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda, Kamis (10/9) pagi. Operasi pencarian difokuskan menyisir area sisi utara Gunung Anak Krakatau dengan memperhitungkan pola arus laut, pergeseran ombak, serta arah hembusan angin.
Rombongan peliput tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk mendokumentasikan aktivitas vulkanik. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat terakhir pada pukul 14.42 WIB sebelum seluruh kontak terputus total sekitar pukul 15.04 WIB.
Lima jurnalis foto dan video yang berada di dalam kapal tersebut meliputi M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas), didampingi tiga orang awak kapal.
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Dilanjutkan Pagi Ini

Pengerahan Alutsista dan Pembagian Armada SRU
Untuk mengoptimalkan pemindaian di perairan, Basarnas membagi kekuatan ke dalam empat unit SAR (Search and Rescue Unit/SRU) dengan total area sapuan mencapai 271 nautical mile (NM) ke arah barat daya Gunung Anak Krakatau:
- SRU 1: KN SAR Tetuka 247 menyisir radius 68,3 NM dengan kerapatan jalur (spacing) 3 NM.
- SRU 2: KAL Anyer melakukan penyisiran sepanjang 69,5 NM dengan spacing 3 NM.
- SRU 3: RIB 01 Lampung menjangkau area sapuan 67 NM dengan spacing 1 NM.
- SRU 4: RIB 02 Banten memusatkan rute pencarian di pesisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Operasi laut ini turut diperkuat armada TNI AL yang mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten mengerahkan KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang, sementara Lanal Lampung menyiagakan KAL Siaga untuk memantau situasi perairan sekaligus aktivitas vulkanik. Di samping itu, Polda Lampung menurunkan armada kapal patroli guna menelusuri rute yang diperkirakan dilintasi kapal.
Hambatan Cuaca dan Aktivitas Vulkanik
Proses pencarian menghadapi tantangan alam di lapangan. Saat KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran, Gunung Anak Krakatau tercatat sempat mengalami erupsi yang menyemburkan abu vulkanik tebal sekitar pukul 13.31 WIB.
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 136 Orang

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa pencarian melalui jalur udara dengan pesawat belum dapat terlaksana secara optimal akibat terpaan angin kencang dan cuaca buruk, kendati upaya pemantauan menggunakan drone telah dikerahkan.
Sementara itu, pihak keluarga berharap pencarian dapat menjangkau daratan pulau-pulau terdekat. Desi, istri dari pewarta foto ANTARA Bagus Khoirunnas, meminta tim penyelamat turut memeriksa Pulau Sertung yang terletak di sebelah barat Pulau Anak Krakatau, menyusul informasi awal mengenai rencana rute yang hendak dituju rombongan.






