Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian rombongan jurnalis dan awak kapal cepat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9) pagi. Rombongan tersebut sebelumnya tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian pada Kamis pagi ini menerapkan strategi penyisiran yang difokuskan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau. Pergerakan armada di lapangan diarahkan dengan mempertimbangkan dinamika arus laut, pergeseran ombak, dan arah angin di sekitar perairan.
Sebanyak delapan orang masih dinyatakan hilang dan menjadi objek pencarian. Korban mencakup lima jurnalis, yaitu MBagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Tiga korban lainnya adalah awak dan pemandu kapal cepat, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.
Cerita Rafki, Menembus Sungai hingga Pegunungan Demi Bantu Korban Gempa NTT

Perluasan Sektor Penyisiran Armada Gabungan
Upaya pencarian sebelumnya telah dimulai oleh Kantor SAR Banten sejak Selasa (8/9) dengan mengerahkan kapal KN SAR Tetuka dan RIB-02 pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, namun belum membuahkan hasil. Tim SAR kemudian memperluas cakupan area pencarian pada Rabu (9/9) menjadi 68,3 nautical mile yang dibagi menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU).
Operasi skala besar tersebut melibatkan pengerahan armada lintas instansi secara intensif. Unsur laut yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka milik Basarnas; KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI AL; kapal patroli KP Sanjaya milik Polairud; serta tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung. Pencarian turut didukung oleh potensi SAR lokal yang melibatkan relawan dan nelayan setempat. Hingga operasi Rabu petang disudahi, hasil pencarian masih tercatat nihil.
Update Operasi SAR Pencarian Rombongan Jurnalis Peliput Anak Krakatau

Zona Bahaya Erupsi Gunung Anak Krakatau
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri terdeteksi meningkat sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB, dengan paparan abu vulkanik yang menyebar ke berbagai wilayah lintas provinsi. Saat ini tingkat aktivitas vulkanik gunung api tersebut berada pada status Level III (Siaga).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta pelaku pelayaran di Selat Sunda untuk senantiasa waspada dan mematuhi batas aman. Kapal-kapal dilarang mendekat atau memasuki zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah aktif guna menghindari ancaman bahaya lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, serta hujan abu vulkanik.






